Unilever Indonesia Cetak Laba Rp 1,68 T di Kuartal I 2021 Turun 8,83 Persen

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan kinerja yang menurun pada tiga bulan pertama di 2021. Dalam periode tersebut Unilever Indonesia mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 8,83 persen menjadi Rp 1,68 triliun dari sebelumnya Rp 1,86 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (1/5), penurunan laba bersih di kuartal I 2021 disebabkan karena penjualan bersih perseroan yang juga melemah 7,6 persen menjadi Rp 10,28 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 11,15 triliun. Di periode ini, kategori makanan menjadi penopang utama pertumbuhan perseroan dengan mencatat pertumbuhan 3,7 persen.
Presiden Direktur Unilever Indonesia Ira Noviarti mengatakan, penurunan kinerja perseroan disebabkan adanya lonjakan kasus COVID-19 pasca liburan tahun baru 2021 yang kemudian berdampak pada pembatasan pergerakan sehingga menyebabkan pertumbuhan pasar industri konsumen masih terus mengalami perlambatan.
“Menghadapi pandemi yang berkepanjangan, Perseroan tetap berfokus pada pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis jangka panjang yang ditentukan oleh tiga prioritas utama kami yaitu ketersediaan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, keselamatan dan kesejahteraan karyawan, dan berkontribusi pada berbagai upaya yang dilakukan pemerintah agar Indonesia segera bangkit lebih kuat pasca pandemi,” ujar Ira dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/1).
Menyikapi penurunan daya beli masyarakat tersebut, Unilever Indonesia pun melakukan beberapa strategi. Salah satunya yaitu dengan mengatur preferensi harga dan ukuran kemasan yang disesuaikan dengan daya beli masyarakat di masa pandemi.
Secara rinci, penjualan bersih Unilever Indonesia terdiri dari penjualan dalam negeri dan ekspor. Penjuala dalam negeri tercatat Rp 9,82 triliun atau lebih rendah dari periode tahun sebelumnya yang tercatat Rp 10,63 triliun. Sementara ekspor Unilever Indonesia tercatat Rp 458,05 miliar atau lebih rendah dari periode sebelumnya yang tercatat Rp 521,69 miliar.
UNVR mencatatkan adanya penurunan harga pokok penjualan di kuartal I 2021 menjadi Rp 4,88 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 5,30 triliun. Adapun beban pemasaran dan penjualan juga mengalami penurunan menjadi Rp 2,17 triliun dibandingkan periode sebelumnya Rp 2,34 triliun. Sementara beban umum dan administrasi turun menjadi Rp 994,71 miliar dari sebelumnya Rp 1,10 triliun.
Adapun liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp 15,08 triliun sementara ekuitas Rp 6,56 triliun dan total aset sebesar Rp 21,64 triliun.
“Meski masih penuh tantangan, tahun 2021 juga diharapkan menjadi tahun pemulihan. Dengan mengandalkan inovasi yang tepat sasaran memenuhi kebutuhan konsumen saat ini dan terus beriorientasi pada pertumbuhan jangka panjang, kami optimis bahwa Perseroan dapat mengatasi berbagai tantangan dan siap menyambut dengan maksimal begitu momentum pemulihan ekonomi tiba,” tutup Ira.
