Unilever Indonesia Raup Laba Bersih Rp 5,4 Triliun di 2022
·waktu baca 3 menit

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengumumkan laporan kinerja keuangan tahun 2022 (diaudit). Di tengah kondisi ekonomi makro yang terus bertumbuh, Perseroan berhasil membukukan penjualan bersih Rp 41,2 triliun atau tumbuh 4,2 persen year on year, dan laba bersih Rp 5,4 triliun.
Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk Ira Noviarti mengatakan bahwa 2022 merupakan tahun Perseroan menyiapkan landasan yang lebih kuat untuk kebangkitan bisnis setelah melalui tahun 2021 yang berat.
“Terlepas dari persaingan yang ketat dalam industri FMCG dan berbagai tantangan seperti kenaikan harga komoditas dan bahan bakar, daya saing kami telah meningkat dengan total pangsa pasar Perseroan di 2022 menguat dibandingkan 2021 (sumber laporan Nielsen),” kata Ira dalam keterangan, Kamis (9/2).
Perseroan telah memperkuat brand-brand besarnya di 2022 dengan cara meningkatkan investasi belanja iklan 30 persen lebih tinggi jika dibandingkan tahun 2021 dan meningkatkan kualitas inovasi produk yang lebih baik.
Upaya ini terbukti mampu meningkatkan daya saing brand-brand Perseroan di tahun 2022, tercermin dari total pangsa pasar perseroan yang lebih besar dibandingkan tahun lalu baik secara nilai maupun volume.
Untuk merespons perubahan kebutuhan konsumen dan daya beli masyarakat Indonesia sepanjang tahun pemulihan, Perseroan terus berinvestasi lebih banyak pada pengembangan dan inovasi. Aspek lain yang menjadi kunci dari fundamental bisnis adalah eksekusi yang sangat baik di channel utama (GT dan Modern Trade) dan channel masa depan (e-commerce).
Pada kuartal III 2022, Unilever Indonesia mengurangi stok di sisi trade, dan langkah ini berlanjut di kuartal IV 2022. Ira percaya bahwa ini adalah strategi yang tepat untuk menjadikan bisnis kami lebih future-fit dan lebih tangkas.
“Upaya kami dalam mengurangi level stok sudah mulai menunjukkan hasil yang positif, baik dari segi biaya maupun laju inovasi kami kepada konsumen. Inisiatif ini mendapatkan apresiasi dari para customer, dan kami juga dapat lebih fokus untuk mendorong pertumbuhan sell-out yang kompetitif,” ujarnya.
Pengurangan stok ini tidak berpengaruh terhadap penjualan Perseroan pada outlet ataupun pada konsumen, tercatat penjualan dari perusahaan pada konsumen mengalami pertumbuhan kuat sebesar 5,6 persen pada tahun fiskal 2022.
Untuk menjadikan perusahaan yang terdepan dalam pembangunan bisnis yang berkelanjutan, Ira memastikan bahwa berbagai upaya signifikan terus dilakukan.
“Di antaranya program Royco dengan Nutrimenu yang bertujuan untuk ikut menurunkan jumlah kasus stunting di Indonesia melalui kampanye yang mengedepankan resep lezat, bergizi dan terjangkau bagi keluarga Indonesia,” tambahnya.
“Dengan kegigihan kami untuk terus menjadikan bisnis Perseroan lebih future-fit, kami optimis menghadapi tahun 2023. Kami percaya bahwa dengan menjalankan lima prioritas strategis tersebut, kami berada di jalur yang tepat untuk memimpin pasar dan memenangkan konsumen Indonesia di tahun-tahun mendatang,” pungkas Ira.
