Kumparan Logo
kumparanBISNIS
verified-green
14 Agt 2026
Prabowo Soroti Kinerja Sebagian BUMN yang Dinilai Buruk
Pemerintah menyoroti kerumitan struktur korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai tidak efisien. Dalam pengelolaan dana kedaulatan atau sovereign wealth fund Danantara, pemerintah mendapati jumlah entitas anak, cucu, hingga cicit perusahaan BUMN membengkak secara drastis hingga mencapai total 1.074 perusahaan. ​Prabowo mengaku kaget saat mengetahui jumlah korporasi pelat merah tersebut jauh melampaui perkiraan awal yang hanya berkisar antara 300 hingga 400 perusahaan saja. "Ini luar biasa, saya mengira BUMN itu 300 sampai 400, [ternyata] 1.074,” ujar Prabowo di DPR, Jumat (14/8). ​Kondisi tersebut diperparah dengan temuan bahwa sebagian dari anak dan cucu usaha BUMN tersebut kerap berjalan sendiri tanpa koordinasi yang jelas dengan pemerintah. Prabowo dengan tegas menyentil fenomena birokrasi korporasi yang seolah berjalan bebas tanpa rasa tanggung jawab kepada negara. ​“Dan BUMN-BUMN ini kadang-kadang bekerja seenaknya, tidak bertanggung jawab kepada bangsa, kepada negara, pemerintah tidak dianggap. Saya tidak paham bagaimana,” tegasnya. 📷: Dok. Youtube Sekretariat Presiden. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: bisnisupdate | update | bisnis | video | R060 | R060 | E036 #bicarafaktalewatberita #kumparan
1
comment

0 Komentar

Belum ada komentar