

kumparanBISNIS
30 Sep 2026
Nasib Usaha Percetakan yang Kini Ditinggal Pelanggan
Lantai dasar Pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan, dulu dipadati puluhan gerai percetakan yang sibuk mencetak ribuan lembar undangan pernikahan hingga buku doa. Kini, seiring masifnya tren undangan digital dan pemasaran online, kejayaan itu perlahan pudar dan hanya menyisakan sekitar lima hingga tujuh toko saja yang bertahan.
Ronal (42), pemilik Omega Print yang beroperasi sejak 2007, menceritakan bahwa penurunan omzet usahanya bahkan telah melonjak lebih dari 50 persen sejak pandemi COVID-19. Jika dahulu satu pemesan bisa mencetak hingga ribuan lembar undangan, kini mayoritas konsumen hanya memesan puluhan hingga ratusan lembar saja.
Di tengah gempuran pergeseran zaman dan sepinya pembeli, para pelaku usaha percetakan konvensional ini terus beradaptasi. Ronal kini mulai memanfaatkan media sosial untuk memasarkan jasanya, berharap usaha yang telah ia geluti belasan tahun tersebut tetap bisa bertahan.
📸 : kumparan
📝: bisnisupdate | update | bisnis | svt | R205 | R060 | E036 | E093
#bicarafaktalewatberita #kumparan
0 Komentar
Belum ada komentar
