Viral Keluhan soal Kursi Kereta Api Ekonomi, PT KAI Siapkan Peremajaan
·waktu baca 3 menit

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI menyiapkan program peremajaan kereta kelas ekonomi. Hal ini disampaikan, setelah sebelumnya viral keluhan penumpang soal sandaran kursi yang tegak lurus dan posisi antar-kursi berhadap-hadapan yang terlalu dekat.
Viralnya keluhan itu bermula dari unggahan akun twitter @Qruunn yang menyebut posisi sandaran kursi terlalu tegak, bikin badan pegal. "Kenapa @KAI121 masih mempertahankan seat berhadap-hadapan seperti ini? Padahal seat kayak gini bikin sakit badan. Apalagi perjalanan di atas 5 jam," tulis pemilik akun tersebut.
Hal itu kemudian ditanggapi pemilik akun @asmaraism yang menyebut dirinya sebagai salah seorang karyawan PT KAI. Dia memaparkan sejumlah perbaikan yang sudah dilakukan dalam pelayanan kereta ekonomi. Apalagi menurutnya, kenyamanan bukan satu-satunya yang utama dalam transportasi, melainkan keselamatan.
Pada akhirnya, pemilik akan mengajak masyarakat pengguna kereta untuk tidak kufur nikmat ata berbagai peningkatan layanan tersebut. "Ada banyak hal yang jadi PR KAI dalam memberikan peningkatan pelayanan kepada para pelanggannya. Tapi kita juga mesti pandai-pandai bersyukur dan enggak kufur nikmat atas improvement yang sudah dilakukan. Thank you," tulisnya.
Sementara itu VP Public Relations PT KAI, Joni Martinus, mengungkapkan pihaknya memang sudah memprogramkan peremajaan kereta kelas ekonomi. Hal itu dimaksudkan untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan.
“Dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, KAI selalu berupaya untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan dalam berbagai aspek. Kali ini, KAI akan membeli kereta-kereta baru kelas ekonomi untuk menggantikan sarana yang sudah lama beroperasi,” kata Joni Martinus, dikutip Jumat (26/8).
Saat ini menurutnya, PT KAI memiliki 1.346 unit kereta penumpang. Sekitar seperlima atau 22 persen di antaranya, sudah cukup lama di operasikan sehingga perlu peremajaan. Porsi kereta kelas ekonomi merupakan yang terbanyak di antara armada yang dimiliki. Yakni mencakup 58 persen atau setara 831 unit kereta.
Terkait jumlah kereta yang akan dibeli untuk program peremajaan, Joni Martinus menyebut masih dihitung. Dia mengakui hal itu jadi kebutuhan, seiring meningkatnya jumlah penumpang yang meningkat dibandingkan saat pandemi COVID-19.
Selain posisi sandaran kursi yang terlalu tegak, di media sosial juga ramai keluhan soal jarak antar-kursi yang terlalu dekat. Apalagi posisi kursi kereta ekonomi dibuat berhadap-hadapan.
"Posisi duduk ini sudah mentok menyandar ke sandaran dengan posisi kursi hadap-hadapan. Bagaimana bisa orang depan saya duduk kalo kaya gini?" tulis pemilik akun twitter @chocochipday seraya mengunggah foto lututnya yang sudah hampir menempel ke kursi di depannya.
Kereta api kelas ekonomi yang dikelola PT KAI juga dinilai terlalu banyak variannya dengan standar layanan yang berbeda. Sehingga sering jadi sasaran komplain penumpang.
