Warga Manggarai Timur Akhirnya Bisa Nikmati Premium Rp 6.450 per Liter

Satu lagi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) BBM Satu Harga diresmikan pemerintah. Lokasinya berada di Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Di SPBU, BBM Premium dan Solar dijual sama dengan harga di Pulau Jawa. Premium dijual seharga Rp 6.450 per liter dan Solar Rp 5.150 per liter.
Edi, warga asli Manggarai Timur mengaku senang dengan kehadiran BBM Satu Harga. Sebab, dia yang berprofesi sebagai sopir tak perlu lagi membeli Premium dengan mahal.
"Senang sekali ya karena sebelumnya kami beli di eceran itu per botol bisa sampai Rp 20 ribu kalau malam. Itu pun kayaknya enggak sampai seliter," kata Edi di lokasi SPBU, Manggarai Timur, NTT, Jumat (10/5).
Kehadiran penyaluran BBM Satu Harga ini membuat warga tak perlu jauh-jauh ke kabupaten sebelah untuk mencari BBM murah di SPBU. Sebelumnya, kata dia, banyak warga yang tinggal di gunung harus turun berkilo-kilo meter untuk mencapai SPBU terdekat jika tak mau beli eceran yang lebih mahal.
Lokasi SPBU BBM Satu Harga di Poco Ranaka sendiri strategis sebab terletak di antara dua kabupaten, yakni Manggarai Timur dan Manggarai.
"Jadi sebenarnya di sini bukan langka, tapi karena jaraknya yang jauh antar SPBU," ucapnya.
Warga lain asli Manggarai Timur, Ido, mengaku harga jual Premium di tingkat pengecer memang tak pernah pasti. Kadang dijual sekitar Rp 9 ribu, kadang lebih.
Harga lebih mahal biasanya terjadi saat malam hari. Sebab SPBU tutup dan jalanan gelap, jadi warga mencari ke pengecer.
"Ada juga per jerigen dijual Rp 40 ribu. Dengan adanya SPBU ini luar biasa membantu kami, murah dan jadi lebih dekat," ucapnya.
Wakil Gubenur NTT Josef Nae Soi menyambut baik pengoperasian SPBU BBM Satu Harga ini. Dia tidak menampik sebelumnya warga yang tinggal di gunung memang harus turun berkilo-kilo meter untuk mencari bensin.
Tak hanya untuk kendaraan, warga juga mencari BBM untuk bahan bakar alat tani seperti penggilingan padi. Dia berharap pemerintah pusat dan PT Pertamina (Persero) kembali membangun SPBU BBM Satu Harga di wilayahnya.
"Ini bukti perhatian pemerintah peduli pada masyarakat. Semakin banyak BBM Satu Harga, semakin bagus. Ada kecamatan harus turun beberapa kilo meter untuk cari Solar. Jadi kalau ibu (Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati) kasih di sini (bangun SPBU lagi), hidup senang mati masuk surga," katanya dalam sambutan.
Dalam acara yang sama, Nicke mengatakan BBM Satu Harga merupakan program yang ditugaskan Pertamina sejak 2017. Secara bertahap, Pertamina diharapkan dapat menyelesaikan 160 titik BBM Satu Harga hingga akhir 2019. Saat ini, ke-127 BBM Satu Harga yang telah tersedia tersebar di Sumatera 26 titik, Kalimantan 28 titik, Jawa dan Bali 4 titik, Sulawesi 14 titik, Maluku 11 titik, Nusa Tenggara 15 titik, dan Papua 29 titik.
"Khusus SPBU Poco Ranakan, SPBU tersebut menjual bahan bakar jenis Premium dan Biosolar, dengan kapasitas masing-masing 20 Kilo Liter," kata dia.
Suplai BBM untuk SPBU di Poco Ranakan berasal dari TBBM Reo dengan menggunakan mobil tangki dengan jarak tempuh 78 km atau setara 4 jam perjalanan. Jalur yang ditempuh pun cukup menantang dengan medan yang berliku dan menanjak. Pertamina berharap dengan beroperasinya SPBU BBM Satu Harga, maka dapat membantu peningkatan perekonomian masyarakat.
“Kehadiran BBM Satu Harga ini sesuai dengan tujuan pengelolaan energi Pertamina yang salah satunya adalah availability atau ketersediaan. Sehingga dengan adanya SPBU ini merupakan bentuk upaya Pertamina menjamin ketersediaan BBM di wilayah Indonesia termasuk di daerah yang selama ini belum ada layanan BBM,” ucapnya.
SPBU ini diresmikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan didampingi Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, Direktur BBM BPH Migas Patuan Alfon Simanjuntak, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Josef Nae Soi, dan Bupati Manggarai Timur Agas Andreas.
