22 April 2017: Kala Michael Essien Menggetarkan Stadion Pakansari bersama Persib

Michael Essien adalah salah satu pesepak bola fenomenal di Eropa. Namun, bersama Persib, ia menjelma sebuah kelucuan.
Pada 14 Maret 2017, Essien datang ke Bandung dengan status yang mentereng: Pemain bintang Eropa. Status ini tidak salah, jika menilik kesuksesannya kala membela Olympique Lyon dan Chelsea, plus pengalamannya main di Real Madrid dan AC Milan.
Bersama Lyon, Essien membukukan dua gelar Ligue 1 dan dua gelar Trophee des Champions. Di Chelsea, torehannya lebih fantastis lagi: dua gelar Premier League, empat gelar Piala FA, satu gelar Piala Liga, dan satu gelar Liga Champions.
Essien juga cukup rutin tampil bersama Timnas Ghana. Tercatat, ia mentas bersama Ghana di ajang Piala Dunia 2006 dan 2010. Ia juga berhasil membawa Ghana menjadi runner-up di Piala Afrika 2010.
Berbekal segala torehan dan pengalaman ini, Essien dianggap mampu mendongkrak performa Persib di ajang Liga 1 2017. Bersamaan dengan kehadirannya pula, lahir sebuah aturan baru bernama marquee player.
Namun, yang terjadi sepanjang musim 2017 justru hanya pertunjukan kelucuan dari Essien. Dalam uji tanding menghadapi Bali United jelang liga, ia kedapatan mengejar Yabes Roni karena merasa emosi usai Yabes menendang bola ke arahnya.
Masalah cedera dan kebugaran juga jadi hal yang menghambat perjalanan Essien di Persib. Tercatat, ia hanya tampil dalam 29 laga saja (2.039 menit) bersama Persib di Liga 1 2017, dengan balutan 5 gol. Beberapa kali, ia absen karena menderita cedera.
Alhasil, segala hal tentang Essien menjadi lucu. Lucu karena Persib tidak menelisik kondisinya lebih dulu. Lucu manakala Essien justru gagal menghadirkan perubahan berarti, setelah hanya mampu mengantar Persib finis di posisi 13 klasemen akhir Liga 1 2017.
Meski begitu, bukan berarti Essien tidak pernah membuat Persib bergetar. Pada 22 April 2017, Essien pernah membuat bobotoh bersuka ria, ketika Persib menghadapi PS TNI (kini Tira-Persikabo) di Stadion Pakansari dalam putaran pertama Liga 1 2017.
Di pertandingan tersebut, Essien masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua. Skor saat itu masih 0-0. Djadjang Nurjaman memasukkan Essien dengan harapan agar ia mampu mengubah permainan Persib yang stagnan.
Perlahan-lahan, hadirnya Essien mulai memberikan impak. Lini tengah Persib jadi lebih berani mendorong ke depan, menyokong lini serang yang sedari babak pertama mengalami kebuntuan. Puncaknya, pada menit ke-50, Essien mencetak gol.
Bermula dari sepak pojok Kim Kurniawan, Essien berlari ke kotak penalti. Dengan keunggulan fisik yang ia miliki, ia memenangi duel udara, lalu menyundul bola ke arah gawang PS TNI. Gol pun tercipta. Kebuntuan pecah.
Menariknya, gol ini jadi torehan perdana Essien bagi Persib, sekaligus yang pertamanya di Liga Indonesia. Malam seolah jadi makin indah, tatkala Persib menggandakan keunggulan lewat Atep pada menit 52.
Namun, gol yang dicetak Essien ini urung membawa Persib menang. Di masa akhir babak kedua, PS TNI berhasil mencetak dua gol balasan via Erwin Ramdani dan Gustur Cahyo. Pertandingan berakhir imbang 2-2.
Walau gagal meraih kemenangan, setidaknya, secara individu Essien mampu tampil sebagai pembeda di laga itu. Berlanjut melawan Persipura, Sriwijaya FC, PS TNI (putaran kedua), dan Bhayangkara, Essien kembali mencetak gol buat Persib.
Ya, walau perekrutannya berbau kelucuan, setidaknya Michael Essien pernah menorehkan sesuatu yang manis bersama Persib, hingga akhirnya ia didepak pada musim 2018 dan kini membela FK Sabail di Liga Azerbaijan.
===
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
===
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona
