5 Insiden Kotor Sepak Bola Indonesia yang Mendunia: Aksi Kungfu hingga Adu Jotos
ยทwaktu baca 3 menit

Seperti tak belajar dari pengalaman sebelumnya, sepak bola Indonesia kembali diwarnai aksi 'kotor' berupa kekerasan di lapangan. Hal ini terjadi dalam laga AHHA PS Pati vs Persiraja Banda Aceh, Senin (6/9).
Padahal, pertandingan ini hanya berlabel 'laga persahabatan'. Namun, tensi tinggi dan permainan 'kotor' tersaji di atas lapangan.
Hal-hal 'kotor' memang lekat dengan sepak bola Indonesia. Seiring berjalannya waktu, PSSI sebenarnya berupaya untuk membawa sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik. Namun, mimpi itu hanya bisa diwujudkan dengan kerja keras setiap elemen yang terlibat di industri ini.
Berangkat dari hal itu, berikut kumparanBOLA sajikan insiden 'kotor' sepak bola Indonesia yang mendunia. Silakan disimak.
Tendangan Kungfu Syaiful Indra Cahya
Terhangat, ada insiden brutal tendangan kungfu pemain AHHA PS Pati, Syaiful Indra Cahya, ke wajah lawan. Padahal, Syaiful hanya bermain di laga uji coba melawan Persiraja Banda Aceh, Senin (6/8).
Insiden ini menyulut amarah publik sepak bola Indonesia. Komdis PSSI juga berencana menjatuhkan sanksi ke Syaiful dan Zulham Zamrun. Ya, di laga tersebut Zulham juga mempertontonkan permainan keras. Ia melakukan tekel brutal ke pemain Persiraja.
Kasus ini mendapat perhatian dunia, hingga diwartakan media besar asal Spanyol, Marca.
Sepak Bola Gajah PS Sleman vs PSIS Semarang
Permainan 'kotor' pernah dilakukan kesebelasan PS Sleman dan PSIS Semarang. Insiden ini terjadi di babak 8 besar Divisi Utama 2014 yang dihelat di Sasana Krida Akademi Angkatan Udara (AAU), Yogyakarta.
Pertandingan itu sendiri berakhir 3-2 untuk kemenangan PSS. Konyolnya, kelima gol yang tercipta lahir lewat gol bunuh diri masing-masing tim.
Sepanjang pertandingan, permainan kedua tim jauh dari kata sportivitas. Mereka hanya melakukan oper-operan kecil laiknya pemanasan di sesi latihan. Hal ini dilakukan kedua tim untuk menghindari tim kuat, Borneo FC, di babak selanjutnya.
Kasus ini juga mendapat sorotan internasional, sebab kala itu FIFA sampai melakukan penyelidikan dugaan sepak bola gajah. FIFA juga menyurati PSSI dengan memberikan teguran.
Pieter Rumaropen Tinju Wasit hingga Berdarah
Insiden memalukan selanjutnya yang pernah menghiasi sepak bola Indonesia adalah yang dilakukan Pieter Rumaropen dalam laga Pelita Bandung Raya vs Persiwa Wamena. Ia meninju wasit hingga berdarah.
Insiden ini terjadi pada tahun 2013. Pieter melayangkan protes berlebihan kepada wasit, hingga sang wasit harus mendapatkan jahitan di area wajahnya.
Pieter sendiri akhirnya dijatuhi sanksi larangan bermain seumur hidup. Kasus ini juga diwartakan media-media internasional besar sekelas Reuters, The Guardian hingga Daily Mail.
Adu Bogem Persewangi Banyuwangi vs PSBK Blitar
Beberapa media sepak bola asing sempat menyorot pertandingan 'tinju' yang satu ini: Persewangi Banyuwangi vs PSBK Blitar.
Laga ini tersaji di Liga 2 2017. Kedua tim tampil ngotot untuk memperebutkan posisi 4 Grup 6 Liga 2. Sebab, itu menjadi syarat untuk mengikuti play-off dan bertahan di Liga 2.
Bentrokan antarpemain terjadi sepanjang pertandingan. Tekel-tekel keras hingga adu bogem juga tersaji dalam laga yang berkesudahan 1-0 untuk kemenangan PSBK Blitar.
PSBK Blitar akhirnya finis di urutan ke-4 Grup 6 di bawah Persik Kediri, Kalteng Putra dan PSMP Modjokerto.
Jumadi Abdi Meregang Nyawa Usai Diterjang di Pertandingan
Pertandingan PKT Bontang vs Persela Lamongan pada 2009 harus menyisakan duka. Hal itu karena gelandang PKT Bontang, Jumadi Abdi, meninggal usai diterjang pemain Persela, Denny Tarkas.
Dalam situasi perebutan bola, Denny mengangkat kaki terlalu tinggi hingga menendang bagian perut Jumadi Abdi. Jumadi pun langsung tergeletak di lapangan dan tak sadarkan diri. Ia mengembuskan napas terakhirnya usai dirawat selama 9 hari.
Konyolnya, Denny hanya diganjar kartu kuning oleh wasit usai melakukan terjangan brutal tersebut.
Kabar ini juga cukup menggemparkan dunia. Media asing, Sportskeeda, pernah mewartakan insiden ini.
---
