Kumparan Logo

5 Pemain yang Bikin Persib Melaju Kencang Sejauh Ini

kumparanBOLAverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelatih Persib, Robert Rene Alberts. Foto: Dok. Media Persib
zoom-in-whitePerbesar
Pelatih Persib, Robert Rene Alberts. Foto: Dok. Media Persib

Terlalu dini menilai performa Persib Bandung di Liga 1 2020 sejauh ini. Namun, biar bagaimanapun, torehan mereka tetap tak bisa dipandang sebelah mata.

Sudah tiga pertandingan dilakoni dan semuanya berujung kemenangan. Melawan Persela Lamongan, Persib menang 3-0. Menghadapi Arema FC dan PSS Sleman, Persib unggul 2-1.

Jelaslah Robert Alberts selaku pelatih memegang peran paling penting atas capaian itu. Otak-atik strategi dan bongkar pasang pemain oleh dirinya selama pramusim benar-benar berbuah manis.

Akan tetapi, keberadaan para pemain juga punya peran yang tak sedikit. Ada Wander Luiz yang kini jadi topskorer sementara, Geoffrey Castillion, dan beberapa nama lain.

kumparanBOLA menyajikannya hanya untuk Anda.

Wander Luiz

Pemain Persib Bandung, Wander Luiz (kiri), berusaha melewati pemain Persela Lamongan, Jasmin Mecinovic (kanan) Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Selama masa seleksi, sebagian Bobotoh tak begitu senang dengan performa Luiz yang memang biasa saja. Tak heran kalau banyak yang berharap agar penyerang asal Brasil ini urung direkrut.

Namun, Persib mengambil keputusan berani dengan meresmikannya sebagai bagian tim dan Luiz, di sisi lain, berhasil membuktikan bahwa 'Maung Bandung' tak salah pilih.

Hingga kini, Luiz menjadi sosok paling tajam di Persib sekaligus di Liga 1. Torehan golnya mencapai angka 4 cuma dalam 3 pertandingan. Tapi angka adalah satu hal.

Hal lain yang membuktikan bahwa Luiz bukan sembarang penyerang adalah kemampuannya mengubah situasi biasa menjadi berbahaya. Soal ini, kamu perlu melihat gol sundulannya ke gawang PSS.

video youtube embed

Geoffrey Castillion

Tak butuh waktu lama bagi Geoffrey Castillion mencuri hati publik Bandung. Sejak laga perdananya pada pramusim yang berujung dua gol ke gawang Melaka United, penampilannya konsisten.

Hal tersebut berlanjut ke Liga 1 2020. Oke. Dia memang tak setajam Luiz yang sudah bikin empat gol; Castillion baru mencetak dua gol. Namun, jangan ragukan dampak keberadaannya buat tim.

Rutin dimainkan sebagai kawan duet Luiz dalam skema 4-4-2, Castillion terbilang rajin membuka ruang. Hal ini berperan cukup penting atas ketajaman Luiz.

Kim Jeffrey Kurniawan

Apa, sih, yang dipikirkan Alberts dengan memainkan Kim Jeffrey Kurniawan? Barangkali itu yang ada dalam benak Bobotoh. Adalah wajar karena selama pramusim, Dedi Kusnandar lebih sering dimainkan di posisi Kim.

Kim sendiri baru mulai dimainkan beberapa saat sebelum Liga 1 2020 dimulai. Saat telah dimulai, dia seakan tak tergantikan. Pada tiga laga dia selalu menjadi kawan duet Omid Nazari di lini tengah.

Dari situ, tugas Kim amat sederhana. Sementara Omid bertugas sebagai pengatur tempo dan membantu lini pertahanan, Kim lebih berperan sebagai gelandang box-to-box.

Kim memang tak punya fisik yang bagus untuk memegang peran tersebut. Akan tetapi, kemampuannya mencari celah kala menyerang membuat lini depan Persib amat terbantu. Beberapa waktu lalu Alberts mengakui soal kemampuan Kim tersebut.

Victor Igbonefo

Daftar ini memang dipenuhi nama-nama yang sempat diragukan. Setelah Luiz, Kim, lalu ada Victor Igbonefo. Ada banyak alasannya. Salah satunya perkara usia.

Yup.. Igbonefo sudah cukup tua, yakni 34 tahun. Performanya pun amat mungkin tak sebaik saat masih bermain untuk Persipura Jayapura dahulu.

Namun, Igbonefo membuktikan bahwa dia masih bisa memberi kontribusi yang tak sedikit. Sebagai duet Nick Kuipers, Igbonefo menonjol dalam hal build-up, sedangkan duetnya itu bertugas melakukan pekerjaan-pekerjaan kotor.

Hal demikian berperan penting membuat Persib menjadi tim dengan pertahanan kokoh sejauh ini. Dari tiga laga, mereka baru bobol dua kali. Itu pun salah satunya lewat penalti.

Teja Paku Alam

Teja Paku Alam tampil apik saat Persib melawan Arema FC. Foto: dok. Liga Indonesia

Teja Paku Alam sudah lama membuktikan bahwa dia adalah kiper dengan prospek cerah. Pada tiga musim sebelumnya bersama Sriwijaya FC dan Semen Padang, dia dua kali menjadi kiper dengan penyelamatan terbanyak di Liga 1.

Di Persib, pemain kelahiran Sumatra Barat ini melanjutkan performa ciamiknya. Yang paling menonjol adalah saat Persib menang 2-1 atas Arema FC pada pekan kedua Liga 1 2020.

Pada laga itu Teja berulang kali melakukan penyelamatan penting, salah satunya saat dia menggagalkan peluang Kushedya Hari Yudo pada menit ke-84.

Maka tak berlebihan menyebut bahwa tanpa keberadaannya, Persib bisa saja kalah. Alberts bahkan menyebut Teja sebagai salah satu kiper terbaik di Indonesia saat ini usai laga melawan Arema.