Kumparan Logo

6 Tim Liga Inggris Paling Jago Pressing, Liverpool Bukan yang Terbaik

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Liverpool Sadio Mane berselebrasi bersama rekan setimnya usai mencetak gol pertama ke gawang Chelsea di Stamford Bridge, London, Inggris, Minggu (2/1/2022). Foto: Action Images via Reuters/Peter Cziborra
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Liverpool Sadio Mane berselebrasi bersama rekan setimnya usai mencetak gol pertama ke gawang Chelsea di Stamford Bridge, London, Inggris, Minggu (2/1/2022). Foto: Action Images via Reuters/Peter Cziborra

Liga Inggris merupakan salah satu liga terkeras dan tersulit di dunia. Sejumlah tim menggunakan pressing (menekan) sebagai senjata andalan dalam pertandingan.

Memang, ada banyak taktik yang digunakan oleh tim sepak bola di dunia, salah satunya pressing. Diwartakan FourTwoTwo, pressing merupakan sebuah taktik di mana sebuah tim berusaha menguasai bola dengan memberikan tekanan kepada pihak lawan.

Ketika bola sedang dikuasai tim lawan, maka pemain diharuskan untuk merebutnya dengan tempo yang cepat. Hal ini tentunya bakal menguras banyak tenaga sehingga skuad harus punya stamina yang prima.

Banyak klub mempraktikkan ini. Sebab jika dilakukan dengan benar, pressing bakal membikin lawan morat-marit. Berangkat dari hal itu, kami memaparkan 6 klub Liga Inggris paling jago pressing di musim 2021/22. Simak pembahasannya yang dikutip dari Sportskeeda dan FBRef.

6) Liverpool (870 Tekanan Berhasil)

Pemain Liverpool Diogo Jota berselebrasi usai mencetak gol pertama mereka saat hadapi Newcastle United di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Kamis (16/12). Foto: Peter Powell/REUTERS

Di bawah naungan Juergen Klopp, Liverpool memang sangat mengandalkan pressing. Hal ini karena filosofi bermain pelatih asal Jerman itu adalah gegenpressing. Jadi, tim senantiasa menekan lawan serta berusaha untuk memenangi penguasaan bola, terutama setelah kehilangan penguasaan.

Tercatat, The Reds telah coba melakukan 2722 tekanan di musim 2021/22 sejauh ini. Namun, Mo Salah cs cuma membukukan 870 tekanan yang berhasil atau sekitar 32 persen dari total. Alhasil, Liverpool masuk ke jajaran tim Premier League dengan pressing tertinggi, tetapi bukan yang terbaik.

5) Brighton & Hove Albion (879 Tekanan Berhasil)

Selebrasi Danny Welbeck dari Brighton & Hove Albion saat melawan Chelsea di Stamford Bridge, London, Inggris. Foto: Tony Obrien/Reuters

Brighton & Hove Albion sempat tampil mengesankan di awal musim ini. Hal itu tak terlepas dari taktik pressing yang dibawa oleh sang juru taktik, Graham Potter. Dalam mengolah bola, kesebelasan The Seagulls mampu membuat lawan kocar-kacir sebab selalu berusaha menekan pergerakan lawan.

Jika dilihat dari statistik, Lewis Dunk dan kolega sukses menorehkan 2805 tekanan dan 879 di antaranya sukses dilakukan sepanjang musim ini. Jumlah yang fantastis itu sebagian besar datang dari lini tengah hingga garis pertahanan mereka sendiri.

Untuk total tekanan dalam hal menyerang, Brighton cuma membukukan 737 tekanan. Hal ini karena Brighton kesulitan dalam mengimbangi permainan lawan yang bermain cukup efektif di area pertahanan.

4) Southampton (897 Tekanan Berhasil)

Pemain Southampton Che Adams berselebrasi usai mencetak gol saat menghadapi Manchester United di St Mary's Stadium, Southampton, Inggris, Minggu (22/8). Foto: Peter Nicholls/REUTERS

Meskipun berada di papan bawah, Southampton merupakan tim yang juga banyak melakukan pressing di musim ini. Di bawah kendali Ralph Hasenhuettl, tim berjuluk The Saints ini memiliki gaya permainan yang enak dipandang mata.

James Ward-Prowse cs selalu tampil menekan sehingga sering memenangkan penguasaan bola. Di musim ini, Southampton berhasil membuat 897 press berhasil dari 2904 total tekanan.

Jika dikulik lebih lanjut, 748 press dari jumlah total itu dilakukan di area pertahanan lawan. Statistik semacam ini tentunya sangat mengesankan bagi tim yang bertengger di peringkat ke-14.

3) Chelsea (927 Tekanan Berhasil)

Selebrasi pemain Chelsea usai mencetak gol ke gawang Brentford pada pertandingan Perempat final Piala Liga Inggris di Brentford Community Stadium, London, Inggris. Foto: Paul Childs/REUTERS

Akhir-akhir ini, performa Chelsea di Liga Inggris boleh dibilang kurang konsisten sebab banyak hasil imbangnya. Kendati demikian, gaya permainan The Blues tetaplah yang terbaik karena bisa duduk di posisi runner up.

Hampir sama dengan pelatih asal Jerman pada umumnya, Thomas Tuchel membawa Chelsea untuk melakukan banyak press dalam bermain. Hal ini tercermin dalam formasi 3-4-2-1 yang wajib menggunakan pressing agar bisa berjalan efektif.

Taktik Tuchel boleh dibilang berhasil sebab Chelsea punya pemain yang memiliki 'paru-paru kuda'. Sebut saja Reece James dan Mason Mount yang senantiasa tampil menekan tanpa mengenal lelah hingga akhir laga.

Berangkat dari hal itu, The Blues membukukan 2976 total press dan 927 tekanan di antaranya berhasil dilakukan pada musim ini. Sebanyak 793 press yang dicatatkan Chelsea dilakukan di area sayap pertahanan lawan.

2) Crystal Palace (932 Tekanan Berhasil)

Pemain Crystal Palace Wilfried Zaha mencetak gol pertama mereka saat hadapi Manchester City di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, Sabtu (30/10). Foto: Hannah McKay/REUTERS

Tak hanya Southampton, Crystal Palace juga menjadi tim non-papan atas yang menorehkan banyak press sepanjang musim ini. Tercatat, anak asuh Patrick Vieira sukses mengemas total 3126 press.

Sebanyak 932 tekanan berhasil dilakukan sehingga menempatkan The Eagles berada di posisi kedua terbanyak. Kendati demikian, kualitas skuad Crystal Palace kurang oke sehingga masih banyak tim yang mengunggulinya di berbagai laga meskipun pressing-nya cukup ciamik.

1) Leeds United (951 Tekanan Berhasil)

Selebrasi pemain Leeds United usai mencetak gol. Foto: Jason Cairnduff/REUTERS

Leeds United di bawah asuhan Marcelo Bielsa tampil cukup mengesankan beberapa musim terakhir. Hal itu tidak terlepas dari filosofi gegenpressing yang ditanamkan pelatih asal Argentina itu sejak The Peacocks menjadi kampiun Divisi Championship (Divisi 2 Liga Inggris) pada 2 tahun lalu.

Namun, kejayaan tersebut gagal diraih Leeds United kembali pada tahun ini. Gaya permainan menekan Patrick Bamford cs senantiasa keok jika bertemu dengan tim-tim papan atas.

Kendati demikian, Leeds berhasil duduk di deretan teratas tim yang paling jago pressing. Dilihat dari data, tim yang bermarkas di Elland Road ini menorehkan 951 press sukses dari total 3118 percobaan tekanan.

Penulis: Hamas Nurhan R T