8 Orang Mundur, KLB PSSI Sisakan 3 Calon Ketum

2 November 2019 12:14 WIB
comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Caketum PSSI, Sarman El Hakim, memberi keterangan pada pewarta di KLB PSSI. Foto: kumparan/Fanny Kusumawardhani
zoom-in-whitePerbesar
Caketum PSSI, Sarman El Hakim, memberi keterangan pada pewarta di KLB PSSI. Foto: kumparan/Fanny Kusumawardhani
ADVERTISEMENT
Delapan calon Ketua Umum (Ketum) PSSI memilih tak mengikuti jalannya Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel Shangri-La, Sabtu (2/11/2019). Setelah La Nyalla Mahmud Mattalitti menegaskan tak ingin terlibat, tujuh calon Ketum menyusul.
ADVERTISEMENT
Benhard Limbong menyatakan mundur sebelum KLB dimulai karena alasan kesibukan. Enam sisanya pergi saat KLB berlangsung, yaitu Vijaya Fitriyasa, Fary Djemy Francis, Sarman, Yesayas Oktavianus, Benny Erwin, dan Aven Hinelo.
Artinya, kini tersisa tiga calon Ketum PSSI yang ada di Kongres. Mereka ialah Mochamad Iriawan, Rahim Soekasah, dan Arif Putra Wicaksono.
Caketum PSSI, Sarman El Hakim, mundur dari pencalonan. Foto: kumparan/Fanny Kusumawardhani
“Sesuai deklarasi kami kemarin bahwa kami buat surat untuk diberikan ke FIFA dan AFC. Intinya, acara ini tak sesuai Statuta PSSI. Namun, seolah-olah suasana dibikin seperti ribut. Kami maju ke depan laku saling dorong dengan keamanan," ujar Benny Erwin.
"Saya lihat Yesayas sempat mau pukul-pukulan, tapi saya pisahkan. Di sini 'kan demokrasi. Posisi kami serbasalah. Perwakilan kami, Pak Fary, mau ngomong ke FIFA dan AFC, tapi tidak bisa. Disuruh keluar. Sebagian ada yang tetap maju ke depan," tambahnya.
ADVERTISEMENT
Benny lebih lanjut menegaskan mubazir bila tetap mengikuti Kongres. Ia menilai Kongres janggal lantaran sudah terlihat siapa pemenangnya.
“Lelah juga, tetap akan aklamasi. Kalau saya lihat, sih, memang seperti diatur semuanya. Mungkin untuk salah satu calon Ketum,” kata Benny.
Caketum PSSI, Vijaya Fitriyasa, memberi penjelasan kepada wartawan. Foto: kumparan/Fanny Kusumawardhani
Menilik kondisi itu, Benny dan lima calon Ketum PSSI lain akan membuat aksi lanjutan. Mereka akan berkirim surat ke AFC dan FIFA. Bahkan, bukan tidak mungkin ada Kongres tandingan
Sementara itu, Vijaya menyebut alasan meninggalkan Kongres karena tampak tak transparan. Ia mengeluhkan ketiadaan pemberitahuan Kode Pemilihan dan sosialisasi calon Ketum ke voter.
“Bagaimana kandidat punya akses ke voters kalau tidak dikasih kesempatan menyampaikan visi dan misi. Nah, tiba-tiba di Kongres langsung pemilihan," tutur Vijaya.
ADVERTISEMENT
"Berarti ‘kan kelihatan bahwa Kongres tidak demokratis. Kami curiga tentang Kongres. Kami hanya terima undangan Kongres, tapi tata cara pemilihan tidak ada,” tandasnya.