Kumparan Logo

Ada Maradona dalam Sejarah Pertemuan Sevilla-Bayern

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Maradona setelah dilepas Sevilla. (Foto: AFP)
zoom-in-whitePerbesar
Maradona setelah dilepas Sevilla. (Foto: AFP)

Sebelum nasib mempertemukan mereka di perempat final Liga Champions 2017/18, Sevilla dan Bayern Muenchen tidak pernah benar-benar betanding di kompetisi resmi. Kedua klub ini hanya pernah bersua di uji tanding, seperti yang terjadi 26 tahun silam.

September 1992, Estadio Ramon Sanchez Pizjuan menjadi saksi bisu sejarah. Stadion itu memang sudah sering kedatangan tamu bernama besar. Akan tetapi, kali ini ceritanya lain. Kala itu, Sevilla menjamu Bayern dengan dipimpin oleh seorang legenda agung sepak bola bernama Diego Armando Maradona.

Setelah dihukum selama 15 bulan akibat menggunakan kokain, Maradona akhirnya merumput lagi. Dilepas oleh Napoli, Maradona ditawari bermain di Sevilla. Tubuhnya sedikit lebih gemuk dibanding saat masih berseragam Napoli.

Adalah Carlos Salvador Bilardo yang menjadi aktor datangnya Maradona ke Sevilla. Bilardo pernah bekerja sama dengan Maradona di Tim Nasional (Timnas) Argentina pada Piala Dunia 1986. Saat itu, Argentina berhasil keluar sebagai juara turnamen sepak bola paling bergengsi di jagat raya itu.

Bilardo meminta kepada manajemen Sevilla untuk merekrut Maradona di awal tahun 1992. Namun, proses kepindahan Maradona ke Sevilla saat itu sangatlah alot. Sanksi yang menimpa Maradona membuat Sevilla ragu untuk merekrut pemain yang identik dengan gol 'Tangan Tuhan' itu.

Bilardo lalu membuat ultimatum kepada manajemen Sevilla. Pelatih asal Argentina itu mengancam akan mundur kalau keinginannya tidak dituruti.

Ancaman Bilardo membuat Sevilla takut. Tim asal Andalusia itu akhirnya menuruti permintaan dari sang pelatih. Jadilah Maradona kembali bermain sepak bola.

Nah, Maradona kembali dan laga perdananya ialah ketika Sevilla menghadapi Bayern Muenchen dalam pertandingan persahabatan. Maradona langsung diberi kepercayaan menjadi kapten bagi Sevilla.

Aura bintang yang melekat dalam diri Maradona membuatnya mendapat kepercayaan itu. Maradona pun menjadi komando di lini tengah Sevilla.

Bersama Diego Simeone dan Rafa Paz, Maradona berhasil mendikte lini tengah Bayern. Maradona pun memiliki peluang mencetak gol, tapi tendangan bebasnya masih bisa dihalau penjaga gawang Bayern, Raimond Aumann.

Maradona yang setahun lebih tak bermain sepak bola tampil sangat baik. Dirinya menjadi kunci untuk terciptanya gol Sevilla yang dibuat oleh Monchi. Sevilla pun mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 3-1 atas Bayern.

Sayang, meski dibuka dengan apik, masa-masa Maradona di Sevilla tak berlangsung lama. Buruknya hubungan antara Maradona dan manajemen Sevilla menjadi penyebab Maradona hijrah saat itu. Maradona bersikukuh untuk meninggalkan klub setelah mendapat panggilan dari Timnas Argentina. Padahal, Sevilla tidak mengizinkan Maradona untuk pergi.

X post embed

Situasi semakin runyam ketika Maradona kembali bermasalah dengan kehidupan di luar sepak bola. Musim berikutnya, Maradona memutuskan untuk pergi dari Sevilla. Pihak klub pun akhirnya tidak membayarkan sisa gaji Maradona akibat pembangkangan tadi. Total, Maradona hanya mengemas 5 gol dari 26 pertandingan bersama Sevilla.

Apa yang terjadi 26 tahun silam itu memang takkan memberi pengaruh secara langsung pada kans Sevilla saat menjamu Bayern, Rabu (4/4/2018) dini hari WIB mendatang. Akan tetapi, sejarah telah tercatat. Bersama Maradona, Sevilla berhasil menundukkan Bayern yang lebih punya nama besar. Pertanyaannya, siapa yang akan menjadi 'Maradona Baru' dan menginspirasi Sevilla untuk kembali menjinakkan Die Roten kali ini?

video youtube embed