Kumparan Logo

Akhirnya Juergen Klopp Paham Rasanya Jadi Juara Piala Dunia Antarklub

kumparanBOLAverified-green

comment
35
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Trofi Piala Dunia Antarklub 2019 di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Qatar. Foto: AFP / Giuseppe CACACE
zoom-in-whitePerbesar
Trofi Piala Dunia Antarklub 2019 di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Qatar. Foto: AFP / Giuseppe CACACE

Juergen Klopp berulang kali memperlihatkan raut wajah kesal di pinggir lapangan Stadion Internasional Khalifa pada Minggu (22/12/2019). Liverpool asuhannya kepayahan di sepanjang waktu normal final Piala Dunia Antarklub 2019.

Flamengo memberi perlawanan alot. Awalnya tim asuhan Jorge Jesus ini tampak kewalahan. Akan tetapi, kondisi itu hanya bertahan tak lebih dari 15 menit. Setelahnya mereka mendikte Liverpool.

Mereka mematikan duet Sadio Mane dan Mohammed Salah dengan cerdik, dengan memberi pressing tinggi kepada Andrew Robertson dan Trent Alexander-Arnold yang acap berperan sebagai penyuplai bola ke lini serang.

Namun, itu sebelum extra time, sebelum Roberto Firmino mencetak gol tunggal pada menit 99. Pada akhirnya, Liverpool juga yang berbahagia di Doha, Qatar.

Selebrasi pemain Liverpool, Roberto Firmino, usai mencetak gol ke Flamengo pada final Piala Dunia Antarklub 2019 di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Qatar. Foto: REUTERS / Ibraheem Al Omari

Kemenangan 1-0 itu memastikan Liverpool merengkuh gelar juara Piala Dunia Antarklub pertama mereka. Di akhir laga, Klopp tak punya alasan untuk tak menaruh hormat kepada anak-anak didiknya.

"Kami sangat kelelahan melakoni laga yang sangat sengit ini. Namun, di waktu-waktu seperti ini, saya kesulitan mencari kata-kata yang pas untuk mengekspresikan respek saya kepada tim," jelas Juergen Klopp, dikutip dari laman resmi Liverpool.

Desember 2019 menjadi periode yang padat bagi Liverpool. Mereka tak cuma harus memikirkan Piala Dunia Antarklub. Masih ada Piala Liga Inggris dan Premier League. Liverpool bahkan sudah kehilangan Piala Liga Inggris karena kalah di perempat final melawan Aston Villa.

Juergen Klopp dan trofi juara Piala Dunia Antarklub pertama Liverpool. Foto: REUTERS/Kai Pfaffenbach

The Reds sampai harus menurunkan tim U-23 karena semifinal Piala Dunia Antarklub dan perempat final Piala Liga Inggris hanya berjarak satu hari, tetapi digelar di dua benua.

Belum lagi dengan Premier League. Namun sepadat-padatnya jadwal tersebut, hingga kini Liverpool asuhan Klopp belum menelan satu kekalahan pun. Kembali ke Piala Liga Inggris tadi, tim yang berlaga adalah Liverpool U-23 asuhan Neil Critchley.

"Dari laga ke laga, anak-anak ini selalu menunjukkan hasrat untuk memenangi tantangan selanjutnya dan melangkah lebih jauh. Saya sangat berbahagia untuk sikap seperti itu. Saya sebenarnya tidak paham sikap itu bakal membawa kami ke mana," kata Klopp.

"Malam ini tidak ada yang bisa kami lakukan selain berusaha merengkuh gelar juara Piala Dunia Antarklub untuk pertama kalinya bagi klub ini. Awalnya saya tidak tahu seperti apa rasanya. Ternyata rasanya begitu luar biasa. Sensasional. Saya betul-betul bangga akan tim ini," tutur Klopp.

Pelatih Flamengo, Jorge Jesus. Foto: REUTERS/Kai Pfaffenbach

Yang berbangga bukan cuma Juergen Klopp, tetapi juga Jorge Jesus. Namun, tentu Jesus bangga akan perlawanan anak-anak didiknya, Flamengo.

Toh, mereka memang menyulitkan Liverpool di sepanjang laga, terutama waktu normal. Bahkan saat tertinggal 0-1 di extra time saja, Flamengo masih mengancam lewat tembakan Vitinho, Gabriel Barbosa, dan Lincoln.

"Sampai kapan pun kami seharusnya tidak akan lupa bahwa Liverpool adalah tim terkuat di Eropa dan kami berhasil mengimbangi selama 95 menit. Bahkan kami bisa mengendalikan laga dan tampil menekan," kata Jesus, dikutip dari ESPNFC.

"Namun, laga ini adalah duel antara dua tim besar. Pada akhirnya, saya sangat bangga akan pemain-pemain saya dan performa mereka," ujar Jesus.