Andrea Pirlo Bocorkan Kisi-kisi Taktik Juventus Asuhannya

Andrea Pirlo telah resmi diangkat menjadi pelatih tim utama Juventus per 8 Agustus 2020. Bianconeri memutuskan untuk mengangkatnya sebagai juru taktik baru bagi Paulo Dybala dan kolega usai memecat Maurizio Sarri.
Selama menjadi pemain, Pirlo dikenal sebagai gelandang cerdas, dalam artian memiliki visi yang bagus dan pandai membaca permainan. I Think Therefore I Play. Ya, judul bukunya itu amat menggambarkan bagaimana kinerjanya di lapangan.
Sekarang, pria 41 tahun itu menjadi pelatih. Kira-kira, bagaimana ia nantinya mengaplikasikan kecerdasannya itu ke dalam taktik dan filosofi permainan Juventus?
Nah, omong-omong soal hal itu, Pirlo memberikan sedikit bocoran, nih, tentang akan seperti apa permainan Juventus di bawah asuhannya nanti. Penasaran?
Andrea Pirlo suka timnya bermain lebih menyerang
"Itu tergantung pada para pemain, tetapi saya suka 4-3-3 dengan semua orang menyerang ke depan. Banyak penguasaan bola, saya ingin terus mengoper bola, bahkan dari belakang bangku cadangan jika perlu!" terangnya, dilansir Football Italia.
"Saya suka 4-3-3. Namun jika para pemain tak dapat mengaplikasikannya, Anda harus beradaptasi dan menggunakannya dalam sistem yang berbeda," lanjutnya.
Penguasaan bola, ofensif, dan pakem 4-3-3 adalah filosofi Sarri sepanjang 2019/20. Per Understat, di Liga Italia, eks pelatih Chelsea itu lebih sering memakai 4-3-3 (1791 menit), lalu 4-3-1-2 (1360 menit) menjadi yang tersering kedua.
Namun, Pirlo enggan terpaku pada sistem itu. Menurutnya, seperti yang dia bilang tadi, harus ada penyesuaian dengan pemain yang ada.
"Jika terlalu terpaku pada sistem dan para pemain tidak dapat melakukannya, Anda membuang-buang waktu dan tidak mendapatkan yang terbaik dari mereka," jelasnya.
Well, sebenarnya, filosofi Sarri itu enggak salah-salah amat. Hanya, ada kelemahan yang gagal dibenahi secara sempurna. Pirlo tahu itu, terutama soal memanfaatkan ketajaman Cristiano Ronaldo.
"Masalah Juve ada di lini tengah. Mereka merekrut Cristiano Ronaldo, tetapi harus menemukan cara yang tepat untuk melayaninya dengan baik," tuturnya.
Ya, Ronaldo memang sudah tua dan pantas saja performanya menurun. Namun, putra Madeira itu mungkin bisa tampil lebih baik jika didukung lini tengah yang lebih apik. Pirlo berhasil menemukan satu masalah 'si Nyonya Tua', tinggal kini bagaimana dia membetulkannya.
---
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
