Kumparan Logo

Anthony Gordon Buktikan Layak Jadi Pemain Kunci Timnas Inggris

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anthony Gordon merayakan gol pertama Inggris saat melawan Spanyol. Foto: Peter Cziborra/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Anthony Gordon merayakan gol pertama Inggris saat melawan Spanyol. Foto: Peter Cziborra/REUTERS

Winger Barcelona Anthony Gordon menunjukkan performa luar biasa bersama klub dan tim nasional Inggris pada awal musim ini.

Pemain berusia 25 tahun tersebut tampil memikat hingga mendapatkan pujian dari berbagai pihak, termasuk pelatih lawan yang menyandingkan kecepatannya dengan bintang muda Spanyol Lamine Yamal. Kontribusi besar Gordon kini membuatnya mulai diperhitungkan sebagai pilar yang tidak tersentuh dalam skema taktis Thomas Tuchel.

Perbandingan Gaya Main dengan Lamine Yamal

Meskipun terdapat pihak yang menyamakan keberanian dan kecepatan kedua pemain, Gordon sejatinya memiliki karakteristik permainan yang sangat berbeda dengan rekan setimnya di Camp Nou tersebut. Yamal tetap menjadi kreator utama Barcelona dengan catatan delapan gol dan enam asis dari delapan laga awal musim.

Gordon datang ke Catalonia bukan untuk menyaingi keahlian teknis individu Yamal, melainkan guna menawarkan kedinamisan luar biasa dalam sistem permainan menekan yang diterapkan oleh Hansi Flick. Mantan pemain Newcastle United tersebut mampu bermain fleksibel di kedua sisi sayap maupun sebagai false nine untuk merebut kembali penguasaan bola.

Kemampuan bertahan yang disiplin dan transisi cepat inilah yang membuat Gordon menjadi aset unik bagi Tuchel dalam upayanya memangkas jarak dengan tim-tim raksasa dunia.

Pujian Thomas Tuchel dan Kebangkitan Mental

Pelatih tim nasional Inggris Thomas Tuchel melihat lonjakan kepercayaan diri yang signifikan dalam diri sang penyerang sayap sejak pindah ke Spanyol. Gordon baru saja menunjukkan penampilan gemilang saat membantu Inggris melumat Kroasia dengan skor telak tujuh gol tanpa balas.

“Kini dia bermain dengan jauh lebih agresif dan penuh percaya diri. Saya melihat seorang pemain yang dipenuhi keyakinan besar, dia telah mencapai level yang berbeda,” ujar Tuchel dengan nada puas setelah pertandingan selesai.

Kapten tim nasional Harry Kane juga mengamini dampak positif kepindahan tersebut terhadap mentalitas sang rekan setim selama jeda internasional berlangsung. Menurutnya, atmosfer klub sebesar Barcelona memberikan keyakinan ekstra bagi Gordon bahwa dirinya memang layak berada di panggung tertinggi sepak bola dunia.

Keunggulan Telak atas Marcus Rashford

Posisi Gordon di sektor sayap kiri tim nasional kini terlihat semakin kokoh seiring menurunnya performa para pesaing terdekat seperti Marcus Rashford. Penyerang Manchester United tersebut justru tampil kurang efektif di level klub setelah masa pinjamannya di Barcelona tidak diperpanjang secara permanen.

Direktur Olahraga Barcelona Deco sempat mengungkapkan alasan klub lebih memilih mendatangkan Gordon ketimbang mempertahankan Rashford dengan nilai transfer yang lebih murah.

“Dia berkontribusi banyak musim lalu, tetapi ide permainan kami jauh lebih cocok dengan Anthony. Kami sempat kehilangan intensitas dan energi ketika Raphinha absen, sehingga kami membutuhkan pemain dengan intensitas setinggi Gordon,” tutur Deco menjelaskan kebijakan transfer klub.

Secara statistik, Gordon memang unggul dalam jumlah giringan bola sukses, memenangkan duel fisik, serta memiliki efisiensi konversi peluang yang jauh lebih matang ketimbang Rashford.

Pembuktian Kualitas dan Kecerdasan Taktis

Keputusan Barcelona menebus Gordon dengan biaya transfer sebesar 69 juta poundsterling sempat mengundang keraguan dari publik Inggris yang menganggapnya sebagai pemain satu dimensi. Namun, pemain didikan akademi Everton ini menegaskan bahwa keterbatasan sistem taktis Newcastle United di masa lalu telah menutupi potensi penuhnya.

“Di Inggris, orang-orang hanya menghargai saya karena kecepatan dan kemampuan menekan, tetapi mereka tidak pernah melihat kualitas serta kecerdasan bermain yang saya miliki,” ungkap Gordon saat diwawancarai media.

“Di Spanyol, mereka sangat mengapresiasi kecerdasan taktis dan kualitas individu saya. Di Barcelona, jika Anda tidak memiliki kemampuan teknis dan kepintaran bermain, Anda akan langsung terlihat sangat mencolok di lapangan,” pungkasnya.