Anthony Martial Blak-blakan Ungkap Sakit Hati pada Jose Mourinho & Solskjaer

11 September 2022 18:49
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Anthony Martial bersama Ole Gunnar Solskjaer.  Foto: REUTERS/Marko Djurica
zoom-in-whitePerbesar
Anthony Martial bersama Ole Gunnar Solskjaer. Foto: REUTERS/Marko Djurica
Anthony Martial baru-baru ini membuat pernyataan menohok. Ia mengungkap rasa sakit hatinya terhadap dua mantan pelatih Manchester United (MU), Jose Mourinho dan Ole Gunnar Solskjaer.
Bomber Prancis itu mengungkap fakta mengejutkan yang sebelumnya belum pernah ia ungkap ke publik. Bahkan, menurut Martial, dua juru latih kawakan tersebut telah membuat dosa besar kepada dirinya.
Hal ini diutarakan Martial tatkala melakoni sesi wawancara bersama salah satu media terkemuka Prancis. Adalah France Football yang berkesempatan membongkar aib Mourinho dan Solskjaer sekaligus.
Pemain Manchester United Anthony Martial merayakan gol ketiga mereka saat hadapi Liverpool di Stadion Nasional Rajamangala, Bangkok, Thailand, Selasa (12/7/2022). Foto: Athit Perawongmetha/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Manchester United Anthony Martial merayakan gol ketiga mereka saat hadapi Liverpool di Stadion Nasional Rajamangala, Bangkok, Thailand, Selasa (12/7/2022). Foto: Athit Perawongmetha/REUTERS
"Saya akan memulai cerita ini dengan mengutarakan kejadian yang sesungguhnya pada 2016. Kejadian yang membuat saya kesal kepada Jose Mourinho karena dia secara sepihak mengubah nomor punggung saya demi Zlatan Ibrahimovic," ujar Martial.
"Selama liburan di akhir musim, dia [Mourinho] selalu mengirimkan pesan singkat perihal kesediaan saya untuk menggunakan nomor punggung No. 11. Dia menganjurkan saya untuk menggunakan nomor tersebut karena pernah dipakai oleh legenda klub, Ryan Giggs."
"Saya mengatakan kepadanya bahwa saya memang menghormati Giggs, tetapi saya tetap ingin menggunakan No. 9. Ketika liburan usai dan kembali ke klub, saya melihat nomor punggung saya telah berubah menjadi No. 11. Dia benar-benar tak menghormati saya," tambah Martial.
Mourinho, Matic, Ibrahimovic di Man. United. Foto: Paul ELLIS / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Mourinho, Matic, Ibrahimovic di Man. United. Foto: Paul ELLIS / AFP
Saat itu, Anthony Martial mengaku tak berdaya di hadapan Mourinho. Maklum, usianya baru menginjak 20 tahun tatkala pelatih asal Italia itu melakukan hal yang semena-mena.
"Tak lama setelah kejadian itu, dia akhirnya membicarakan tentang diri saya di hadapan awak media. Dia tampaknya menggelar permainan kecil seperti yang pernah dilakukannya di Real Madrid," imbuhnya.
"Dia tahu bahwa usia saya baru 20 tahun. Jika saya mengatakan sesuatu tentang dirinya, pasti saya akan dicap sebagai anak muda yang tak memiliki rasa hormat," lanjutnya.
Pemain Manchester United Anthony Martial berusaha melewati pemain Liverpool Jordan Henderson pada pertandingan lanjutan Liga Inggris di Old Trafford, Manchester, Inggris.
 Foto: Phil Noble/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Manchester United Anthony Martial berusaha melewati pemain Liverpool Jordan Henderson pada pertandingan lanjutan Liga Inggris di Old Trafford, Manchester, Inggris. Foto: Phil Noble/REUTERS
Kemudian, pemain yang kini berusia 26 tahun itu turut membuka borok Solskjaer. Anthony Martial mengungkap bahwa dirinya mendapat 'paksaan' bermain di bawah asuhan pelatih berkebangsaan Norwegia tersebut.
Hal itu terjadi pada 2020, tepat empat bulan setelah Premier League bergulir pasca-Covid-19 menghantui Inggris. Saat itu, Martial mengaku tengah mengalami cedera, tetapi Solskjaer tetap memaksanya bermain karena tak ada pemain yang memiliki kemampuan layaknya dirinya di dalam tim.
"Orang-orang tidak tahu bahwa saya mengalami cedera ketika membela MU setelah Covid-19 merajalela. Saya terpaksa bermain karena dia [Solskjaer] membutuhkan saya," tambahnya.
"Namun, karena saya tidak fit, saya tidak bisa berakselerasi. Alhasil, saya dikritik oleh para penggemar dan pelatih tak pernah memberi tahu soal cedera yang saya alami."
"Dia tidak memberikan keadilan untuk saya. Sebab, saya dipaksa untuk bermain saat cedera tetapi ujung-ujungnya posisi saya di dalam klub terancam akibat permainan buruk yang saya sajikan. Maka, saya sangat benci dirinya," tutup Martial.