Apa, sih, yang Dilakukan Liverpool Selama di Marbella?

Alex Oxlade-Chamberlain tak paham apa yang ada dalam benak Mohamed Salah pada Senin (20/5/2019) itu. Hari itu, para pemain Liverpool meninggalkan Kota Liverpool via Bandara John Lennon. Nah, ketika pesawat telah lepas landas, Chambo – panggilan Oxlade-Chamberlain – memergoki Salah tidur di belakang kursinya.
Tidur di pesawat harusnya tak terasa aneh. Hanya saja, Salah tak tidur di kursi, melainkan di lantai pesawat. Makin bertambah rasa heran Chambo setelah menyadari eks penyerang AS Roma itu telah mempersiapkan bantal dan selimut sebagai teman tidurnya.
Rasa penasaran itu kemudian berujung tindakan iseng. Chambo mengambil gawai dan merekam kelakuan Salah untuk disebarkan ke internet.
“Lihat apa yang ‘Si Raja Mesir’ lakukan. Seperti bayi! Tidur seperti bayi,” kelakar eks pemain Arsenal itu. Celetukan Chambo membuat Salah terbangun, tetapi penyerang berusia 25 tahun itu sangat mengantuk. Sehingga, dia pun memilih tidur kembali.
Rupanya, Chambo belum puas dan dari mulutnya 24 pemain Liverpool lainnya yang turut dalam pesawat itu tahu tindakan konyol Salah ini.
Pada akhirnya, semua orang mengerubungi Salah, tertawa sekaligus keheranan. Sementara, Salah terbangun dan melihat ke wajah rekan-rekannya seolah tidak ada satu keanehan pun yang dia lakukan saat itu. Seperti bayi.
Well, inilah salah satu rona dalam perjalanan Liverpool ke Marbella. Mereka tiba di sisi selatan Spanyol itu pada Senin (20/5) sore dan bakal terus di sana hingga Minggu (26/5).
Memang tujuan utama pasukan Juergen Klopp itu ke Marbella adalah untuk mengikuti latihan sebagai persiapan untuk menghadapi Tottenham Hotspur dalam final Liga Champions di Wanda Metropolitano, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB. Namun, Klopp dan para pemain Liverpool sepakat: Apa salahnya sedikit bersenang-senang?
Toh, Marbella adalah tempat yang ideal untuk mereka yang ingin melupakan tekanan sejenak. Karena di kota kecil ini, musim panas seperti tak bertepi.
Air laut begitu jernih, pasir masih putih, dan pohon kelapa berjejer menjadi daya tarik ujung kota ini. Orang-orangnya juga baik dan kulinernya banyak yang enak dan harganya pun beragam. Belum lagi gedung-gedung klasik di sini. Wajar saja TripAdvisor memberikan 4 dari 5 bintang untuk Marbella.
Keesokan harinya, Selasa (21/5), Liverpool melakoni sesi latihan di Marbella Training Camp. Jika mengacu reportase New York Times, tempat ini telah dikunjungi lebih dari 70 tim di berbagai dunia. Selain Liverpool, tempat ini merupakan favoritnya Bayern Muenchen ketika Bundesliga tengah jeda internasional.
Namanya sesi latihan, pemanasan pun menjadi menu wajib. Seperti biasa, di sebelah Salah ada Dejan Lovren. Keduanya, sih, memang bezzies -- istilah orang Liverpool untuk sahabat. Bertukar tawa pun menjadi suatu hal yang biasa untuk dilakukan.
Saat Salah dan Lovren bersenang-senang, Jordan Henderson tampak serius. Maklum, sebagai kapten, Henderson selalu terobsesi untuk melakukan apa yang disebut leading by example.
Setelah kegiatan pemanasan dilakukan, para pemain Liverpool pun mencoba berbagai sesi lari di bawah terik matahari. Mulai dari mengelilingi lapangan yang dipmimpin James Milner hingga bolak-balik dari satu titik ke titik lainnya.
Nah, menariknya, dalam sesi lari tersebut ada Roberto Firmino juga.
Ya, Firmino gagal tampil pada tiga laga terakhir Liverpool akibat cedera otot. Sehingga, bergabungnya Firmino dalam sesi ini adalah kabar baik bagi fan Liverpool. Kendati demikian, media resmi klub mengabarkan bahwa situasi Firmino masih dipantau. Just in case hal buruk menimpa eks pemain TSG Hoffenheim itu.
Sesi latihan para pemain Liverpool ini dipantau Juergen Klopp langsung. Sadar cuaca terik, Klopp menggunakan topi dan celana pendek. Namun, trik itu tak cukup mempan melawan hawa panas Marbella.
Sehingga, entah sudah berapa kali manajer berkebangsaan Jerman ini memutar topinya. Ujung-ujungnya, Klopp menggunakan topi seperti Retsu 'Lets' Seiba, karakter utama anime 'Lets and Go'.
Usai pemanasan dilakukan, waktunya Liverpool menikmati menu utama: Rondo alias kucing-kucingan. Sistemnya, enam pemain melakukan operan sementara dua pemain yang berdiri di tengah harus memutus alur bola.
Sesi ini berjalan intens dan menyenangkan. Kalimat-kalimat seperti "Memang Anda pikir siapa Anda?" atau "Yok, yok, jangan panik" sering betul terucap dalam sesi ini.
Sementara para outfielder melakukan rondo, para kiper melatih kemampuan refleksnya. Seperti biasa, Alisson Becker tampak selalu siap meski pelatih kiper, John Achterberg, dan kiper kedua Liverpool, Simon Mignolet, kerap berikan tembakan secara mendadak.
Usai sesi latihan hari itu digelar, keisengan melanda Fabinho Tavares. Sosok asal Brasil itu berdiri di depan gawang, mencoba rasanya menjadi kiper. Ya... tentu, sesuai ekspektasi, refleks Fabinho jelek betul. Tetapi, setidaknya, dia sekarang sudah tahu.
