Kumparan Logo

Barcelona vs Dortmund: Sisi Tepi Jadi Kunci

kumparanBOLAverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lionel Messi saat merayakan gol untuk Barcelona. Foto: REUTERS/Albert Gea
zoom-in-whitePerbesar
Lionel Messi saat merayakan gol untuk Barcelona. Foto: REUTERS/Albert Gea

Barcelona bakal kedatangan tamu kuat pada matchday kelima Liga Champions: Borussia Dortmund. Perjumpaan pertama yang berakhir 0-0 bisa jadi acuan untuk mengukur betapa merepotkannya Die Borussen buat mereka. Dortmund bahkan bisa saja meraih poin penuh andai Marc-Andre ter Stegen gagal menepis tendangan penalti Marco Reus di menit 56.

X post embed

Duel yang dihelat pada Kamis (28/19/2019) dini hari WIB nanti bisa saja kembali berjalan sulit bagi pasukan Ernesto Valverde tersebut. Absennya pilar di departemen pertahanan jadi dasarnya.

Gerard Pique yang terganjal suspensi jadi salah satunya. Perlu diingat, dia menempati peringkat kedua pemain dengan menit bermain terbanyak setelah Marc-Andre ter Stegen.

Tak sampai di situ, Clement Lenglet juga diragukan untuk tampil karena mengalami masalah pada betisnya. Untungnya, pemain asal Prancis itu cukup fit setelah diistirahatkan di laga versus Leganes.

"Saya tidak ingin mengambil risiko untuk Lenglet kemarin dan kami pikir dia bisa siap. Kami tahu Pique bakal absen dan kami masih punya Samuel Umtiti. Ada juga [Jean-Clair] Todibo dan [Ronald] Araujo," kata Valverde dilansir AS.

Gerard Pique memimpin rekan-rekannya di Barcelona merayakan kemenangan di Santiago Bernabeu. Foto: REUTERS/Susana Vera

Memang Valverde masih punya Samuel Umtiti yang baru sembuh dari cedera. Di lain sisi, eks bek Olympique Lyon itu baru tiga kali tampil bersama Barcelona di musim ini dan cuma sekali membantu timnya meraih nirbobol.

Namun, Umtiti masih lebih aman ketimbang menurunkan Todibo dan Araujo. Nama yang disebut belakangan malah baru bermain 14 menit untuk Barcelona di musim ini.

Masalahnya, bukan cuma bek sentral saja yang rawan, melainkan juga sektor tepi. Jordi Alba dan Nelson Semedo masih harus diparkir karena cedera.

Alhasil, Valverde tak punya pilihan lagi selain memasang Junior Firpo di sektor full-back kiri. Untuk urusan menyerang, pemain yang diboyong dari Real Betis itu memang lumayan aktif. Namun, lain cerita soal kemampuan bertahan. Gol Leganes akhir pekan lalu pun berawal dari keterlambatan Firpo menutup pergerakan Youssef En-Nesyri.

Nah, ini yang bahaya. Pasalnya, Dortmund cukup intens dalam melancarkan serangan dari sisi tepi. 7 dari 9 peluang Dortmund di perjumpaan sebelumnya lahir dari sektor sayap.

Pertandingan Liga Champions antara Barcelona dan Borussia Dortmund. Foto: REUTERS/Leon Kuegeler

Betul bahwa Lucien Favre tak memasukkan Paco Alcacer yang mengalami masalah lutut. Di sisi lain, keberadaan Marco Reus sebagai penyerang bakal mengatrol fluiditas serangan Dortmund nanti --khususnya buat lini kedua yang diisi Julian Brandt, Jadon Sancho, dan Achraf Hakimi. Bila ditotal, ketiganya sudah mengemas 5 gol dan 9 assist di Liga Champions musim ini.

Namun, itu tak lantas mengerdilkan peluang Barcelona, lho. Mereka punya Luis Suarez yang sudah memproduksi 9 gol di lintas ajang. Lalu, tentu saja, Lionel Messi. Terlebih, La Pulga sedang bagus-bagusnya karena sukses mendulang 5 gol dalam 4 pertandingan terakhirnya.

Para pemain Borussia Dortmund merayakan gol yang dicetak Julian Brandt. Foto: Thilo Schmuelgen/Reuters

Sementara dari segi performa, Barcelona relatif lebih stabil. Dua laga terkahir sukses mereka sapu bersih, versus Celta Vigo dan Leganes.

Catatan ini berbanding terbalik dengan Dortmund. Usai sukses melakukan comeback fantastis atas Inter Milan di matchday keempat, mereka justru melempem. Dicukur Bayern Muenchen 0-4 dan hanya bermain imbang dengan tim juru kunci Bundesliga, Paderborn. Mereka bahkan sudah tertinggal tiga gol di babak pertama.