Beda Kebijakan Transfer Inter dan Milan di Mata Erick Thohir

Ketika bursa transfer musim panas tiba, ketika itulah duo kesebelasan asal Milan, Inter dan AC Milan, melakukan manuvernya masing-masing. Tujuannya sama: untuk memperkuat tim mereka musim ini.
Baik Inter maupun Milan sama-sama mendatangkan banyak pemain. Jika Inter menggaet hingga sembilan pemain, Milan lebih banyak lagi: sebelas. Rossoneri, yang kini mendapatkan pemilik anyar, berfoya-foya di bursa transfer.
Namun, sampai pekan keenam Serie A, hasil berbeda ditunjukkan kedua kesebelasan. Sementara Inter duduk di posisi ketiga dengan koleksi nilai 16 —hasil lima kemenangan dan satu hasil imbang, Milan tersendat di posisi keenam dengan nilai 12.
Dari performa yang ditunjukkan di atas lapangan, para pemain baru Milan belum sepenuhnya nyetel. Di sisi lain, Inter, yang mulai musim ini ditukangi oleh Luciano Spalletti, mulai menemukan bentuk terbaiknya.
Presiden Inter, Erick Thohir, mengklaim bahwa apa yang dilakukan timnya berbeda dengan Milan. Menurutnya, manuver transfer Inter sudah dipikirkan masak-masak sejak lama. Kendatipun musim ini mendatangkan banyak pemain, Inter sudah memasukkan beberapa pemain penting sejak beberapa musim silam.
“Saya rasa konsisten jawabannya ketika wawancara di awal season, bahwa apa yang dilakukan Inter Milan saat ini berbeda dengan AC Milan. Kenapa? Ketika saya masuk 2013, ketika Suning menjadi patner saya (di tahun) 2016, ‘kan saya sudah investasi pemain, Suning sudah investasi pemain,” ucap Erick kepada wartawan di Jakarta, Kamis (28/9/2017).
“Pemainnya itu banyak sekali yang baru. Contoh di zaman saya sendiri ada (Ivan) Perisic, (Mauro) Icardi, Miranda, itu ‘kan sudah ada. Kemudian (Danilo) D’Ambrosio. Lalu zamannya Suning, dia tambah lagi, Joao Mario, Dalbert, macam-macam.”

“Jadi komposisi pemain ini sudah kita pikirkan yang ideal. Nah, AC Milan berbeda. Karena kepemilikannya baru, beli pemain sebanyak-banyaknya, hampir 11 pemain. Jadi ini situasi yang tidak bisa dibilang apple to apple,” kata Erick.
Erick juga menyambut positif hasil yang diberikan oleh Spalletti. Namun, ia mengingatkan bahwa musim masih panjang. Yang dibutuhkan Inter saat ini adalah sebuah konsistensi supaya bisa mencapai target lolos ke Liga Champions musim depan.
“Kami harapkan, justru dengan kepemimpinan Luciano Spaletti ini, yang sekarang (berada di posisi) tiga, bisa konsisten. Musim ini ada perubahan, yang finis di posisi empat, bisa lolos ke Liga Champions. Nah, target kami lolos ke Liga Champions itu,” kata Erick.
