Kumparan Logo

Bek Brighton: Para Pemain Bersemangat untuk Merusak Pesta Juara City

kumparanBOLAverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain-pemain Brighton merayakan gol ke gawang Arsenal. Foto: Reuters/John Sibley
zoom-in-whitePerbesar
Pemain-pemain Brighton merayakan gol ke gawang Arsenal. Foto: Reuters/John Sibley

Brighton and Hove Albion barangkali tidak memasuki Premier League 2018/19 dengan ambisi juara dan target setinggi langit. Tapi siapa pula yang menyangka bahwa di ujung kompetisi, mereka bisa jadi aktor utama yang meluluhlantakkan asa calon juara?

Premier League 2018/19 benar-benar sampai di ujung cerita. Pada pekan ke-38, Brighton diperhadapkan dengan tugas terakhir melawan Manchester City.

Berbeda dengan musim sebelumnya, tak ada satu pun yang mengetahui ending Premier League walau kompetisi sudah menyelesaikan 37 laga. City dan Liverpool adalah tim yang sama-sama berpeluang menutup musim dengan mahkota juara Premier League.

Shane Duffy, bek tengah Brighton, mengambil peran yang tak wajar. Ia mengabaikan 'permintaan' teman-temannya di Everton dulu untuk mengganggu pesta juara Liverpool. Keputusan itu tak berarti ia tak mau menjadi pengacau. Hanya, yang ingin dirusaknya kali ini adalah pesta juara City.

Shane Duffy di laga melawan Tottenham Hotspur Foto: Reuters/John Sibley

Duffy bukan orang asing di Kota Liverpool. Di kota inilah ia mengenal sepak bola. Duffy adalah produk akademi Everton. Berbicara Everton, tentu ujung-ujungnya adalah predikat sebagai rival sekota Liverpool.

"Semua pemain sangat bersemangat untuk mengacaukan pesta juara City. Beberapa suporter Everton mengirim pesan singkat kepada saya. Mereka bilang, saya harus mengalah meski saya pemain profesional. Saya bukan pemain Everton lagi. Sekarang saya pemain Brighton dan inilah klub saya saat ini," jelas Duffy kepada The Guardian.

Meski dari hitung-hitungan peringkat Brighton terlihat seperti lawan yang tak sepadan dengan City, bukan berarti mereka tak punya potensi untuk merepotkan. Laga semifinal Piala FA menjadi bukti.

Raheem Sterling dan Sergio Aguero berjabat tangan dalam laga Crystal Palace vs Manchester City. Foto: Hannah McKay/Reuters

City memang menutup pertandingan dengan tiket final, tapi kemenangan yang direngkuh pun begitu tipis, 1-0. Brighton pun diprediksi akan memasuki ke laga terakhir Premier League dengan kepercayaan diri tinggi karena di pekan sebelumnya, mereka sanggup mengimbangi Arsenal 1-1.

"City adalah tim yang diisi dengan pemain-pemain kelas dunia yang terbiasa mengenai tekanan. Jika ada kesempatan untuk mengalahkan Brighton di awal musim demi mengunci gelar juara, mereka pasti akan mengambil. Tapi, kami pun ingin mengalahkan salah satu tim terbaik di dunia dan membanggakan klub. Ini akan menjadi gebrakan besar di klub," jelas Duffy.