Bepe Usai Pensiun: Bangun Lebih Siang dan Nikmati Teh Tawar Hangat

Lazimnya pesepak bola, selepas menyudahi karier profesionalnya, akan menjalani peran sebagai pelatih sepak bola. Semestinya tak jauh-jauh dari dunia si kulit bulat.
Tapi, Bambang Pamungkas memilih jalan berbeda. Selepas menyatakan pensiun dari Persija Jakarta, Selasa (17/12/2019), ia mengaku tak akan menjalani profesi sebagai pelatih.
''Setidaknya dalam beberapa bulan ke depan saya ingin bangun lebih siang dan menikmati teh hangat tanpa gula,'' kata Bambang.
Seloroh pemain yang karib disapa Bepe itu tak pelak mengundang tawa di Media Centre Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Bersama sang juru latihnya, Edson Tavares dan di hadapan wartawan, Bambang Pamungkas belum berniat berada di tepi lapangan.
''Sampai saat ini saya belum tertarik untuk menggeluti profesi itu. Ada, sih, kepikiran untuk belajar karena Ismed (Sofyan) sudah ambil Kursus Kepelatihan AFC B. Tapi seperti yang saya bilang tadi, saya pengin menikmati dua itu dulu," ujarnya.
"Dan satu lagi, mengenai mau ke mana saya seyelah pensiun, saya tidak akan menjauh dari sepak bola, tapi tidak akan terlalu dekat dengan sepak bola," jelasnya.
Meski belum ada niat berkecimpung di sepak bola usai pensiun, Bambang Pamungkas sudah kadung identik sepak bola dan Persija. Hampir seluruh kariernya di Liga Indonesia dihabiskan bersama 'Macan Kemayoran'.
Ia selalu kembali ke Persija. Ambil contoh ketika ia memutuskan bertualang ke Malaysia untuk memperkuat Selangor pada 2005-2007. Begitu pulang ke Indonesia, Bepe tetap memilih Persija sebagai pelabuhannya.
Begitu juga ketika ia pindah memperkuat Pelita Bandung Raya pada 2013/2014. Begitu hengkang, ya, Persija lagi yang menjadi pilihannya. Nama Bambang Pamungkas, pada akhirnya, sulit untuk lekang dari sejarah Persija.
