Kumparan Logo

Bhayangkara EPA Banding Sanksi Komdis PSSI: Keputusan Tak Berdasarkan Fakta

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kericuhan pada laga Bhayangkara U-20 vs Dewa United di EPA Super League, Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4) Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kericuhan pada laga Bhayangkara U-20 vs Dewa United di EPA Super League, Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4) Foto: Dok. Istimewa

Bhayangkara U-20 pastikan mengajukan banding perihal sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI kepada mereka buntut kericuhan pada laga melawan Dewa United di EPA Super League lalu. Mereka keberatan dengan hukuman yang dijatuhkan, menilai keputusan sanksi itu tidak berdasarkan fakta di lapangan.

Lima pemain dan satu staf pelatih Bhayangkara U-20 disanksi keras Komdis PSSI usai diduga melakukan tindak kekerasan pada insiden kericuhan saat melawan Dewa United di EPA Super League. Terparah yakni Fadly Alberto, ia disanksi larangan bermain hingga tiga tahun.

Manajer Bhayangkara U-20, Yongky Pandu Pamungkas, pastikan pihaknya ajukan banding terkait sanksi yang dijatuhkan. Bhayangkara merasa keberatan, sebab mereka menilai keputusan sanksi diambil dari rekaman yang beredar di media sosial, bukan fakta yang terjadi saat di lapangan.

"Dari keterangan Panpel saja mereka bilang keributan terjadi setelah pertandingan. Padahal, keributan terjadi di tengah pertandingan, itu saja sudah salah. Lalu, untuk pemain saya yang kena pukul disanksi dua tahun [larangan bermain], Alberto tiga tahun, yang [pemain] lainnya dua tahun, dan asisten pelatih empat pertandingan dan juga denda uang," kata Yongky kepada kumparan, Senin (1/5).

Manajer Bhayangkara FC U20, Yongki Pandu Pamungkas. Foto: Intan Alliva/kumparan

"Lalu, kemarin ada tambahan lagi untuk pemain kita atas nama Mufdi kena setahun. Kok ini jadi tambah banyak gitu. Yang didasarkan itu kayaknya rekaman dan foto yang beredar di media sosial. Jadi, sesuai fakta yang di lapangan gak terlalu diperhitungkan," tambahnya.

Bhayangkara berharap Komdis PSSI bisa lebih bijak dalam menjatuhkan sanksi. Mempertimbangkan fakta dari lapangan bukan rekaman yang viral di media sosial.

"Mungkin dari Komisi Disiplin [PSSI] bisa lebih bijak lagi dalam mengambil keputusan sesuai fakta yang ada di lapangan dan sesuai apa yang disampaikan kesaksian saat sidang. Jadi beberapa keputusan sekarang sedang kita banding," tutupnya.