Kumparan Logo

Bhayangkara FC Masih Cari Pengganti Paulo Sergio

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Bhayangkara FC, Paulo Sergio. Foto: ANTARA/M. Risyal Hidayat
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Bhayangkara FC, Paulo Sergio. Foto: ANTARA/M. Risyal Hidayat

Menuntaskan Liga 1 2018, Bhayangkara FC finis di urutan ketiga. Raihan tersebut terbilang menurun lantaran pada tahun sebelumnya The Guardian keluar sebagai kampiun.

Setali tiga uang dengan prestasi klub, beberapa pilar Bhayangkara ikut hengkang. Paling nyata adalah kepergian pelatih Simon McMenemy membesut Timnas Indonesia. Satu dan lainnya adalah kepergian gelandang serang mereka yakni Paulo Sergio ke Bali United serta keputusan Vladimir Vujovic untuk pensiun.

Khusus hijrahnya Sergio ke Bali United sedikit menuai polemik. Setelah Liga 1 rampung pada 9 Desember 2018 lalu, sosok gelandang asal Portugal seakan pamit tanpa izin. Ketika itu, Manajer Sumardji sempat geleng-geleng kepala imbas ulah Sergio.

Perlahan namun pasti, masalah kemudian selesai. Bhayangkara tak lagi larut dengan kepergian gelandang yang sudah dua tahun membela klub tersebut. Persoalan paling utama adalah mencari sosok pengganti sepadan.

Bhayangkara FC. Foto: Media Bhayangkara FC

Sumardji mengatakan, hingga saat ini memang sulit mencari pengganti Sergio. Ketersediaan pemain lokal sebagai deputi hanya dipercayakan pada diri Evan Dimas Darmono. Akan tetapi, pemain didikan Persebaya Surabaya itu memilih Barito Putera sebagai pelabuhan barunya musim ini, setelah tak memperpanjang kontrak dengan Selangor FA.

''Intinya memang kami sedang terus mencari. Sosok yang kami cari tentu harus bisa kembali menghidupkan nyawa permainan tim,'' kata Sumardji ketika ditemui di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019).

Selama kepergian Sergio, Bhayangkara coba memaksimalkan tiga pemain yang bergantian mengisi slot gelandang serang. Mereka adalah Adam Alis dan Lee Yu-jun. Selain dua nama tersebut, penggawa PSMS Medan yakni Rachmat Hidayat juga turut turun gelanggang.

Akan tetapi, kualitas permainan Bhayangkara belum sepenuhnya teruji. Pasalnya, lawan yang mereka hadapi di Piala Indonesia adalah PSBL Langsa yang mentas di Liga 3 Nasional. Jika menilik permainan tim dalam dua laga kandang dan tandang, Bhayangkara memang menang, tetapi dengan susah payah dengan skor 2-1 dan 4-3.

Bhayangkara FC berpesta di kandang Persegres. Foto: PT LIB

Oleh karenanya, Bhayangkara coba mendatangkan beberapa baru untuk mengisi lubang-lubang yang mengaga. Satu yang sudah semakin dekat adalah Anderson Salles sebagai pengganti Vujovic. Didatangkan dari klub Serie B Liga Brasil, Sao Bento, pemain 32 tahun tersebut bahkan sudah ikut bergabung dengan Bhayangkara selama sepekan belakangan.

Teranyar, ada nama Edgar Pacheco. Gelandang asal Meksiko yang semula sempat akan direkrut Kalteng Putra kini tengah menjalani trial di Bhayangkara.

''Kami masih akan mencari dua pemain. Playmaker dan pemain depan yang benar-benar bagus kualitasnya. Dan khusus untuk Pacheco, dia juga masih belum ada kesepakatan dengan kami karena masih akan dilihat dulu oleh tim kepelatihan," ujar Sumardji.

''Kami juga tak ingin buru-buru mengingat kompetisi 'kan juga masih lama. Masih ada Piala Presiden dan di sana sekaligus kami menyeleksi pemain-pemain. Tujuannya agar nanti pemain yang sudah resmi sudah betul-betul siap,'' pungkasnya.