kumparan
30 April 2019 13:06

BOPI Langsung Bad Mood Lihat Lapangan Stadion H. Agus Salim

Stadion H. Agus Salim ketika hujan
Stadion H. Agus Salim ketika hujan. Foto: Instagram/@bolasumbar
Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) sudah bergerak melakukan verifikasi terhadap klub Liga 1. Ada empat klub yang mereka jadikan sampel: Bali United, Persipura Jayapura, Semen Padang, dan Perseru Badak Lampung FC.
ADVERTISEMENT
BOPI memiliki alasan khusus menjadikan empat klub tersebut sebagai sampel. Badan yang berada di bawah naungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) itu menyebut empat klub tersebut mewakili kategori klub-klub yang berlaga di Liga 1.
Bali United dipandang sebagai klub pendatang baru yang apik, Persipura sebagai wakil wilayah Timur, Semen Padang selaku tim promosi serta Perseru Badak Lampung sebagai tim yang baru melakukan proses akuisisi.
Dari proses verifikasi yang sudah dilakukan, BOPI menemukan beberapa catatan yang menjadi bahan evaluasi para klub. Salah satu yang terpenting adalah menyoal kontrak pemain.
"Tentunya ada beberapa catatan serius (dari hasil verifikasi). Yang pertama, terutama kontrak pemain, kontrak pemain masih belum pada kelar, kami kasih deadline Rabu (1/5/2019) sudah kelar semua," ujar Plt. Sekjen BOPI, Sandi Suwardi Hasan, ketika dihubungi kumparanBOLA, Selasa (30/4/2019).
ADVERTISEMENT
Sekretaris Jenderal Badan Olahraga Profesional Indonesia, Sandi Suwardi Hasan
Sekretaris Jenderal Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), Sandi Suwardi Hasan saat ditemui awak media. Foto: Ferry Adi/kumparan
Meski demikian, Sandi tak menjelaskan lebih rinci terkait belum rampungnya kontrak tersebut. Ia menyatakan bahwa alasan di balik belum sempurnanya kontrak pemain di klub tersebut karena masih menantikan format baru dari PSSI.
"Di era digital seperti ini, harusnya hal-hal yang sifatnya teknis seperti itu (format baru soal kontrak pemain) harusnya teratasi. Makanya kemarin kami minta ke CEO Semen Padang untuk memberi perhatian khusus soal kontrak," ujar Sandi.
Terkhusus Semen Padang, BOPI menyatakan bahwa mereka sudah memenuhi unsur pajak. Akan tetapi, catatan diberikan BOPI untuk markas 'Kabau Sirah', yakni Stadion H. Agus Salim, yang masih perlu pembenahan. BOPI melihat bahwa lapangan H. Agus Salim, akan tergenang ketika diguyur hujan lebat.
ADVERTISEMENT
Melihat hal itu, BOPI menyebut akan bersurat kepada Semen Padang dan pemerintah kota setempat selaku penanggung jawab stadion, untuk segera meningkatkan dan memperbaiki fasilitas dari stadion. Perkara lapangan yang harus dibenahi ini juga berlaku bagi Perseru Badak Lampung FC.
"Khusus yang di Padang dan Lampung, ada beberapa catatan tim kami. Pengalaman dari tahun sebelumnya, Semen Padang ketika hujan lapangannya jadi menggenang. Terus kemudian tribune penonton juga (masih harus diperbaiki), tapi kalau tribune bisa diabaikan, sementara fokus di rumput dan sanitasi air," ucap Sandi.
"Di Semen Padang kemarin, saya sendiri yang turun. Saya memang tidak nongkrongin PT LIB (Liga Indonesia Baru) ukur lapangan, karena begitu saya datang, saya lihat, sudah agak badmood lihat lapangannya. Makanya kemarin ngomong ke CEO-nya (Rinold Thamrin), apa yang harus kami bantu, kami akan bantu. Kami akan dorong Kemenpora bersurat pada Gubernur, karena ini menyangkut industri olahraga," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Dari empat klub yang diverifikasi kemarin, BOPI mengungkapkan Bali United-lah yang dianggap bagus. Menurutnya, manajemen Bali United sudah cukup apik dalam mengelola klub. Meski ia mengaku ada satu masalah lain juga yang harus lebih diperhatikan Bali United.
"Untuk Bali United, kontrak kita minta untuk disempurnakan lagi, ada beberapa yang masih belum lengkap. Tapi, secara keseluruhan Bali United sudah bagus," lanjutnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan