Kumparan Logo

Counter Attack yang Meruntuhkan Tembok Pertahanan Persib

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pertandingan sengit Persib vs Arema. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pertandingan sengit Persib vs Arema. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Kebobolan 15 gol dari 15 laga tentu bukanlah catatan yang menyenangkan bagi Persib Bandung. Terlebih lagi, mereka hanya mampu melesakkan 14 gol. Artinya, ada defisit satu gol.

Jumlah memasukkan dan kemasukkan gol itu pun berbanding lurus dengan pencapaian mereka di papan klasemen. Hingga pekan ke-15 Gojek Traveloka Liga 1, “Maung Bandung” harus tercecer di urutan ke-13 dengan terpaut delapan angka dari pimpinan klasemen.

Kini, Persib bakal kedatangan seteru abadi, Persija Jakarta pada Sabtu (22/7/2017) mendatang. Satu hal yang wajib diwaspadai tuan rumah pada laga penuh gengsi itu adalah agresivitas sang lawan yang cukup menakutkan.

Lini pertahanan Persib patut waspada. Meskipun tak bagus-bagus amat (mencetak 16 gol), Persija membuktikan bahwa mereka bisa merobek gawang Atep cs. kapanpun. Itu mengacu kepada statistik memasukkan gol Persija yang terjadi sepanjang laga.

Konsentrasi penuh menjadi syarat mutlak jika Persib tak ingin gawangnya dirobek dengan mudah. Sialnya, syarat itulah yang sejauh ini kerap menjadi masalah.

Entah karena persoalan stamina atau faktor lain, lini belakang Persib seperti kehilangan arah ketika memasuki menit 60 ke atas. Delapan dari 16 gol yang tercipta pun terjadi dalam interval setengah jam terakhir.

Kejadian itu tergambar jelas ketika Persib menghadapi PS TNI di pekan kedua pada 22 Maret lalu. Setelah unggul dua gol, gawang kawalan I Made Wirawan jebol dua kali hanya dalam sepuluh menit jelang laga berakhir.

Dua gol itu bermula dari bocornya sisi kiri pertahanan Persib sehingga pemain lawan dengan mudah merangsek hingga dalam kotak penalti. Koordinasi empat bek Persib terlihat kacau setelah gagal menutup ruang tembak lawan.

Statistik kemasukkan gol Persib dan Persija.  (Foto: istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Statistik kemasukkan gol Persib dan Persija. (Foto: istimewa)

Lemahnya koordinasi kuartet lini belakang Persib kembali terlihat saat menjamu Borneo FC pada pekan ketujuh. Gol perdana "Pesut Etam" yang dilesakkan Riswan Yusman di menit 17 membuktikan adanya miskoordinasi antara bek tengah dan dua bek sayap. Sementara, gelandang sebagai garda terdepan guna menetralisir serangan lawan juga terlihat tak sigap menutup pergerakan lawan.

Tak hanya itu, dari 15 laga, Persib juga kerap kecolongan dari skema serangan balik lawan. Itu terjadi ketika mereka tengah tertinggal dan mengejar gol penyama kedudukan. Laga melawan Bhayangkara FC (pekan kesembilan) dan Madura United (pekan ke-13) menjadi gambaran jelas.

Saat tertinggal 0-1 dari Bhayangkara FC hingga menit ke-82, Persib gencar menekan pertahanan lawan. Imbasnya, pertahanan mereka lowong. Dalam proses gol kedua, melalui counter attack, Ilham Udin bahkan berlari seorang diri menuju gawang Persib dari jarak sekitar 30 meter.

Celakanya, yang terlihat mengejar mantan pemain Tim Nasional Indonesia U-19 itu justru Atep--yang notabene merupakan winger. Ke mana bek-bek mereka?

Pemain Persib jauh tertinggal (Foto: istimewa.)
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Persib jauh tertinggal (Foto: istimewa.)

Skenario serupa kembali terulang saat Persib menelan kekalahan 1-3 dari Madura United.

Pada gol kedua, Greg Nwokolo beradu sprint dengan Wildansyah dari tengah lapangan. Hingga dalam kotak penalti, terlihat hanya ada Ahmad Jufriyanto yang meng-cover, itu pun fokus kepada bola. Alhasil, tanpa terkawal, Peter Odemwingie dengan mudah merobek gawang I Made Wirawan setelah dikirimi umpan datar oleh Greg.

Odemwingie tak terkawal. (Foto: istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Odemwingie tak terkawal. (Foto: istimewa)

Hal nyaris sama terjadi pada gol ketiga "Laskar Sape Kerrab" yang dicetak Greg. Berawal dari kehilangan bola di lini tengah, Bayu Gatra merangsek hingga kotak penalti. Tiga pemain Persib terlihat terlalu fokus untuk menjaga Bayu yang memegang bola, sehingga melupakan Greg yang berdiri bebas.

3 pemain Persib terlalu fokus kepada bola. (Foto: istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
3 pemain Persib terlalu fokus kepada bola. (Foto: istimewa)

Dilihat dari sederet fakta itu, dapat ditarik benang merah bahwa ancaman gawang Persib untuk kemasukkan gol menjadi lebih besar ketika mereka tengah mengejar gol penyama kedudukan. Partai melawan Bhayangkara FC dan Madura United menjadi buktinya.

Bek-bek Persib terpancing untuk maju meninggalkan daerahnya guna membantu serangan. Alih-alih menyamakan kedudukan, "Pangeran Biru" jutsru semakin tertinggal hingga memupuskan harapan untuk meraih poin.

Hal penting lainnya adalah koordinasi lini belakang--yang akan menjadi kunci. Jika keempat bek mampu tampil penuh disiplin seperti saat mereka mengalahkan PSM Makassar pada awal bulan ini, maka probabilitas untuk mengejar poin penuh semakin terbuka.

Namun, perlu diingat, sepak bola bukanlah menyoal bagaimana performa salah satu lini. Barisan pertahanan sebuah tim bisa rapat jika barisan gelandang mampu melapisnya dengan baik. Jika barisan tengah saja gagal menjalankan salah satu fungsinya yakni memotong aliran bola, maka tugas pemain bertahan bakal semakin berat.

Bagi Persib, salah syarat untuk bisa mengamankan tiga poin saat menjamu Persija adalah dengan membenahi lini belakang mereka. Mampukah?