Curhat Wasit Thoriq Alkatiri Usai Liga 1 Ditunda: Mental Kami Ambruk

Keputusan PSSI untuk menunda lanjutan Liga 1 seiring tak dikeluarkannya izin keramaian oleh Polri membuat para wasit kecewa berat. Apalagi, mereka sudah mempersiapkan diri sejak lama.
Wasit Liga 1, Thoriq Alkatiri, mengatakan ia beserta rekan-rekannya sangat terkejut dengan penundaan kompetisi tersebut. Mendadaknya keputusan itu pun membuat mental para wasit ambruk.
"Kami sudah sejak tanggal 22 September ada di Yogyakarta, melakukan penyegaran jelang liga karena kan memang sudah lama tidak ada aktivitas," ujar Thoriq ketika berbincang dengan kumparan, Sabtu (3/10).
"Tapi H-2 kami dikasih tahu kalau Liga 1 batal digelar, bukan seminggu atau dua minggu sebelumnya. Semuanya jelas terkejut, karena kami sudah persiapkan diri sejak lama. Posisi kami semua juga sudah siap tempur, tapi dikasih tahu mendadak batal, mental kami semua langsung ambruk," lanjutnya.
Setelah mendengar keputusan itu, sejumlah wasit bahkan tak kuasa menahan tangisnya. Apalagi, bagi mereka yang selama ini hanya berprofesi sebagai wasit.
"Karena memang selama ini kan tidak ada pemasukan. Itu satu-satunya pekerjaan kita. Sudah berapa bulan vakum, sudah semangat penyegaran, tapi tiba-tiba dibatalkan mendadak. Siapa yang enggak kaget," kata wasit berlisensi FIFA ini.
Berbeda dengan pemain dan pelatih yang menerima gaji bulanan, sejauh ini para wasit dan asistennya di Liga 1 dan Liga 2 hanya akan dibayar jika memimpin pertandingan. Artinya, honor yang mereka terima sesuai jumlah pertandingan yang dipimpin.
"Banyak insan sepak bola yang dirugikan dengan penundaan kompetisi ini, tapi mau bagaimana lagi. Persiapan kami di Yogya juga sebenarnya sudah maksimal. Ikuti protokol kesehatan yang ketat, sampai ada tes swab," katanya.
Thoriq berharap keinginan PSSI untuk melanjutkan Liga 1 pada November mendatang bisa benar-benar terwujud. Ia bersama rekan-rekannya berkeinginan untuk menuntaskan Liga 1 musim ini.
Menurutnya, jika kompetisi musim ini tak diselesaikan, bisa menjadi preseden buruk di mata AFC dan FIFA. Pasalnya, kompetisi negara Asia Tenggara lainnya juga dilanjutkan.
"Kami berharap bisa dituntaskan. Untuk musim depan, bisa dimulai lagi tahun depan. Lebih baik berjalan dengan segala penyesuaian yang ada, daripada tidak sama sekali. Karena liga-liga ASEAN lain kan sudah jalan juga seperti Myanmar, Malaysia, dan Vietnam yang malah sudah ada juaranya," pungkasnya.
***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
