Kumparan Logo

Danone Nations Cup: Tak Sekadar Turnamen, tapi Sebuah Pembelajaran

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Andik Vermansah (tengah) diapit oleh Jeffri Ricardo (kiri) dan Alfredo Vera (kanan). Foto: Aqua-Danone.
zoom-in-whitePerbesar
Andik Vermansah (tengah) diapit oleh Jeffri Ricardo (kiri) dan Alfredo Vera (kanan). Foto: Aqua-Danone.

Andik Vermansah datang agak terlambat. Ketika ia tiba, acara sudah berlangsung sekitar 15 menit lebih. Harap maklum, pemain berusia 27 tahun itu mesti membagi waktu; ia baru saja selesai melakoni sesi latihan bersama Timnas Indonesia.

Ya, Timnas Indonesia. Sudah sejak 2012 Andik mengenyam status sebagai pemain nasional. Ia sudah merasakan berbagai macam pertandingan di level internasional. Namun, jauh sebelum menjadi pemain Tim Nasional, Andik punya mimpi yang amat sederhana.

Seperti banyak bocah lainnya, Andik kepengin betul jadi pemain sepak bola tenar ketika sudah besar. Keinginan tersebut bukannya tidak punya halangan. Menurut pengakuannya sendiri, sang ibu kerap memarahinya kalau terlalu lama bermain bola.

Pada suatu waktu di tahun 2003, Andik kecil mulai merajut mimpinya. Bersama timnya, ia mengikuti turnamen nasional Danone Nations Cup --yang waktu itu baru menggelar edisi perdana di Indonesia. Tujuan Andik sederhana saja: Ia ingin main di luar negeri.

Sayang, mimpi itu tidak menjadi kenyataan. Tim yang ia perkuat terhenti pada babak semifinal di Surabaya. Andik kecil batal berangkat ke luar negeri. Namun, takdir tak pernah bisa ditebak. Satu dekade kemudian, ia akhirnya bermain di luar negeri (baca: Memperkuat Selangor di Liga Malaysia).

"Yang terpenting selain berlatih keras, juga disiplin, termasuk disiplin makan. Jangan lupa juga menambah porsi latihan sendiri," ujar Andik ketika ditanya apa yang diperlukan untuk menjadi seorang permain profesional.

Rabu (2/10/2019), Andik hadir dalam konferensi pers Danone Nations Cup 2019 di Jakarta. Untuk turnamen tahun ini, Indonesia mengirim dua tim, yakni ASIOP Apacinti (juara nasional AQUADNC 2018) dan Fossbi Rajawali Muda (juara nasional AQUADNC 2019).

kumparan post embed

Andik hadir sebagai jebolan Danone Nations Cup. Ia berbagi panggung dengan Marketing Manager Danone-Aqua, Jeffri Ricardo, dan Alfredo Vera, eks pelatih Persebaya dan Persipura yang ditunjuk sebagai pelatih tim Indonesia untuk Danone Nations Cup 2019.

Turnamennya sendiri akan berlangsung di Barcelona, Spanyol, 7-12 Oktober 2019. Namun, sudah sejak jauh-jauh hari tim Indonesia dikarantina dan dipisahkan jauh-jauh dari keluarga.

"Mereka sudah dikarantina sejak 24 September di Sentul dan akan selesai menjalani latihan pada 5 Oktober. Mereka betul-betul dijauhkan dari orang tua, diatur waktu tidur, makan, dan latihannya. Supaya mereka paham, begini ini rasanya kalau nanti jadi pemain profesional," ujar Jeffri kepada kumparanBOLA.

Jeffri menceritakan bahwa para pemain juga mendapatkan berbagai "kursus", mulai dari bahasa Inggris dan bahasa Spanyol hingga pengenalan sejarah mengenai turnamen dan stadion yang akan menjadi arena pertandingan.

"Kami juga mengajari basic knowledge. Detail info yang perlu mereka tahu untuk di Barcelona, termasuk juga jenis makanan yang harus mereka makan. Jangan sampai perut mereka mules dan besoknya tidak bisa bertanding."

"Kami ajari fair play, disiplin. Kami lebih fokus mengajari mereka untuk jadi manusia yang lebih baik selain sepak bola," kata Jeffri.

Hal serupa juga diamini oleh Vera. "Mereka semangat, mereka disiplin, dan mereka juga senang menerima latihan. Jadi saya bangga," ucap sang pelatih.

Jeffri juga menuturkan sebuah kisah unik. Pada edisi Danone Nations Cup beberapa tahun lalu, para pemain Indonesia mencium tangan pelatih, wasit, dan ofisial pertandingan --tanda bahwa para pemain menghormati mereka yang lebih tua atau dituakan. Pertukaran kultur dengan negara lain pun terjadi.

"Tim-tim dari negara lainnya pun jadi ikutan," kata Jeffri seraya diikuti gelak tawa.