Kumparan Logo

Danurwindo Dukung Metode Spanyolisasi Milla untuk Timnas Indonesia

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Milla mengaku ingin cepat beradaptasi. (Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA)
zoom-in-whitePerbesar
Milla mengaku ingin cepat beradaptasi. (Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA)

"Kita (pemain dan pelatih) harus kerja keras, dan saya akan memberikan latihan-latihan seperti gaya saya melatih Spanyol dengan gaya penguasaan bola dan juga pressing ketat."

Pernyataan tersebut dikeluarkan pelatih anyar Tim Nasional Indonesia, Luis Milla, ketika menjawab perihal apa yang akan dilakukannya untuk membawa "Skuat Garuda" menjadi nomor satu di Asia Tenggara.

Sontak, jawaban dan tekad Milla itu membuat Danurwindo selaku Direktur Teknik Timnas Indonesia kagum. Milla, seperti yang diinginkan oleh Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, memang akan menerapkan gaya permainan dan kultur sepak bola Spanyol untuk Timnas Indonesia.

Edy Rahmayadi menghadiri Kongres PSSI 2017 (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Edy Rahmayadi menghadiri Kongres PSSI 2017 (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Danurwindo sendiri mendukung rencana itu. Mantan pelatih Persija Jakarta itu mengatakan, permainan Timnas Indonesia memang kerap mengandalkan posession play. Ia bahkan sempat mengatakan kepada Luis Milla, bahwa bukan Timnas saja, tetapi klub-klub di Indonesia juga rata-rata juga menggunakan gaya penguasaan bola.

Dengan adanya fondasi seperti itu, Danurwindo meyakini nantinya Milla tidak akan susah untuk menerapkan gaya permainan tersebut kepada Evan Dimas dan kawan-kawan. Walau pasti menurutnya membutuhkan waktu yang tak sebentar.

"Tetapi yang paling penting bagaimana pemain-pemain Indonesia bisa belajar dari negara yang memainkan permainan possesion dengan positif," ujar Danurwindo di Kantor PSSI, Jumat (20/01/2017).

Pria berusia 65 tahun juga menyebutkan jika Milla memiliki visi dan misi untuk membangun sepakbola Indonesia dengan fondasi pemain-pemain muda. Dan karenanya eks pelatih Real Zaragoza itu akhirnya dipilih sebagai arsitek Timnas. "Kalau kami (PSSI) lihat presentasi Milla, ia merupakan pelatih yang sangat saintifik, "kata Danurwindo.

"Artinya, semua program ditata secara baik, tentang persiapan latihan dan pertandingan, tentang style of play, karena dia berbicara bahwa dia ingin memainkan sepak bola pintar. Karena sepak bola tidak tergantung dari postur tubuh," sambung Danurwindo.

Direktur Teknik PSSI, Danurwindo. (Foto: Alan Kusuma/Kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Teknik PSSI, Danurwindo. (Foto: Alan Kusuma/Kumparan)

Pintar itu sendiri menurutnya bukan soal menggiring atau menggocek saja, tetapi dalam banyak hal, termasuk salah satu yang paling penting yakni soal pengambilan keputusan. Dan makanya visi dan kualitas pemain-pemain Indonesia harus bertambah baik.

"Pintar dalam arti kata menganalisa permainan kemudian cepat ambil keputusan melakukan eksekusi. Dan tentunya untuk bisa melakukan eksekusi dibutuhkan kualitas pemain yang baik, "jelas Danurwindo.

"Kita sendiri mengetahui, bahwa pemain Indonesia bisa dikatakan kualitasnya cukup bagus. Akan tetapi yang yang sering kita lihat kualitas teknik itu cenderung tidak bisa dipergunakan ketika dalam tekanan lawan," imbuhnya.

Danurwindo pun menegaskan lagi jika untuk meningkatkan kualitas dan visi para pemain Indonesia dibutuhkan program-program seperti yang dicanangkan oleh eks pemain Real Madrid itu.

"Saya kira latihan-latihan yang akan diterapkan Milla, sangat menarik sekali. Karena memang, kalau pemain-pemain Indonesia tekniknya sudah bagus, cara berpikirnya sudah bagus, saya kira akan mudah berprestasi ke depannya," tutup Danurwindo.