Darije Kalezic Bicara soal Sepak Bola Indonesia, Suporter, dan Wasit

PSM Makassar menunjuk Darije Kalezic sebagai pelatih anyar pada awal musim 2019. Dia menggantikan Robert Rene Alberts yang mundur di periode pramusim.
Melihat rekan jejaknya, sosok yang kini berusia 49 tahun tersebut memiliki pengalaman panjang. Ia memulainya bersama De Graafschap di Belanda, sebelum berkelana ke Australia, Arab Saudi, Inggris, serta Belgia.
Musim ini adalah kali pertamanya melatih di Indonesia, bagaimana kesan Kalezic?
***
Hari itu, Selasa (28/5/2019), sudah menunjukkan pukul 20:30 malam WIB. Suasana Stadion Pakansari cukup ramai karena di area parkir sedang berlangsung bazar Ramadan.
Begitu pula kondisi dalam stadion yang agak riuh. Bukan lantaran ada pertandingan, melainkan awak PSM tengah menjalani latihan resmi. Sesi ini merupakan persiapan menjelang laga kontra PS Tira-Persikabo keesokan harinya, Rabu (29/5)
Sesi latihan resmi PSM ini berlangsung serius, meski terselip sejumlah tawa. kumparanBOLA jadi satu di antara beberapa media yang meliput sesi tersebut.
Di situ, tampak sosok Kalezic yang tegas. Ia rajin memberikan instruksi, seperti ketika ada pemainnya yang salah memberikan umpan atau kurang tajam ketika menendang. Terlepas dari sosoknya yang tegas, ia tetap mau membaur bersama pemain. Ia ikut memberikan contoh kepada para pemainnya ketika menjelaskan sebuah skema.
Sekilas, sosoknya ini memang mirip dengan Robert Rene Alberts yang kini menukangi Persib. Karena pemilik nama terakhir juga menerapkan intensitas tinggi untuk sesi latihan.
Selepas latihan, kumparanBOLA coba menyeret Kalezic ke percakapan singkat. Tak perlu panjang-panjang lantaran takut menganggu persiapan tim satu hari menjelang laga. Dari obrolan itu, Kalezic mengutarakan pandangan tentang sepak bola Indonesia.
"Indonesia memiliki banyak pemain bagus. Saya bisa melihat kualitas Liga 1 juga sedang ditingkatkan (oleh federasi). Saya juga bisa melihat banyak emosi yang meluap di sana (dari para suporter)," ujar Kalezic.
"Tapi, yang saya soroti adalah permainan di sini. Permainannya sangat cepat, dan saya pribadi merasa puas dengan level permainan yang ada di Indonesia ini," tambahnya.
Ya, Kalezic tidak salah. Dalam beberapa momen, Liga 1 memang acap menyajikan permainan yang menghibur. Malah, tak jarang banyak gol tercipta dalam sebuah pertandingan. PSM sendiri mampu mencetak empat gol saat mengalahkan Perseru Badak Lampung FC pada laga pekan kedua di Andi Mattalatta.
Namun, selain kompetisi yang cepat, Kalezic juga memuji satu hal: totalitas suporter dalam mendukung. Secara khusus, ia memberikan pujian kepada suporter PSM yang selalu aktif memberikan dukungan, terutama ketika mereka tampil di kandang.
"Suporter PSM Makassar, inilah hal yang paling saya senangi di sini (Makassar). Mereka luar biasa, memberikan energi lebih kepada kami supaya bisa menampilkan yang terbaik dalam setiap pertandingan," ujarnya.
Pada dua penampilan PSM dalam ajang Liga 1 2019 di Andi Mattalatta, yakni menghadapi Semen Padang dan Badak Lampung FC, suporter selalu memenuhi setiap sudut tribune. Teriakan dari mereka inilah yang kerap menjadi bensin bagi permainan PSM.
Setelah sedikit berbincang, Kalezic langsung pergi, bergabung bersama para pemainnya untuk kembali ke hotel. Stadion Pakansari kembali sunyi, tapi tidak dengan keramaian bazar Ramadhan di area parkiran.
***
Dari obrolan singkat itu, Kalezic terlihat begitu menikmati masa empat bulannya melatih di Indonesia. Memang, keunggulan sepak bola Indonesia adalah atmosfer-nya, yang bahkan digadang-gadang sebagai salah satu yang terbaik di Asia.
Meski begitu, sosok berdarah Bosnia-Herzegovina itu juga tidak menutupi sisi buruk dari sepak bola Indonesia. Dalam sesi jumpa pers sebelum laga, ketika memasuki sesi diskusi mengenai VAR (Video Assistant Referee), secara tersirat Kalezic mengkritik kinerja dari wasit di atas lapangan.
"Dalam dua pekan terakhir di Liga 1, terkadang saya tidak bisa percaya dengan apa yang saya lihat. Saya tetap menerimanya karena mungkin saja ini akan kami alami di pertandingan selanjutnya. Saya sangat mendukungnya (VAR) untuk membantu semua pihak, termasuk klub, pemain, wasit, dan sepak bola Indonesia.," ungkapnya.
Well, selamat datang di sepak bola Indonesia, Darije Kalezic. Semoga masa satu tahun --durasi kontraknya-- di Indonesia bisa jadi masa yang menyenangkan. Malah, kalau bisa diperpanjang lagi jika berprestasi di sini.
