Kumparan Logo

Debut Istimewa Frank Lampard sebagai Manajer

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Frank Lampard dan kehidupan barunya sebagai manajer Derby County. (Foto: Action Images via Reuters/Ed Sykes)
zoom-in-whitePerbesar
Frank Lampard dan kehidupan barunya sebagai manajer Derby County. (Foto: Action Images via Reuters/Ed Sykes)

"Kapan terakhir kali Anda melakukan sesuatu untuk pertama kalinya?" Jika pertanyaan itu ditanyakan kepada Frank James Lampard Junior, kemungkinan besar dia akan menjawab dengan mantap: Pada Sabtu (4/7/2018) dini hari WIB. Di saat itulah Lampard melakoni laga debut sesungguhnya sebagai seorang manajer.

Di pinggir lapangan Stadion Madejski, Lampard tak henti-hentinya berteriak lantang kepada penggawa-penggawa Derby County, tim yang kini dia arsiteki. Tujuannya, tentu saja, agar The Rams bisa melakoni laga ini dengan fokus penuh dan kemenangan atas Reading dalam laga pertama divisi Championship bisa diraih.

Di sisi lain, Reading berhasil memberikan perlawanan yang berhasil bikin Derby kerepotan. Bahkan, Reading berhasil mencetak gol duluan di menit ke-52 melalui kelihaian Jon Dadi Bodvarsson memanfaatkan umpan Modou Barrow. Karena Stadion Madejksi adalah markas Reading, maka bergemuruhlah arena itu.

Frank Lampard yang tak henti-hentinya bersuara dari pinggir lapangan. (Foto: Action Images via Reuters/Craig Brough)
zoom-in-whitePerbesar
Frank Lampard yang tak henti-hentinya bersuara dari pinggir lapangan. (Foto: Action Images via Reuters/Craig Brough)

Untungnya bagi Lampard, Derby berhasil lepas dari tekanan tersebut dengan hadirnya gol balasan, delapan menit kemudian. Menariknya, gol yang diciptakan sisi Derby itu bisa dibilang terasa 'sangat Lampard'.

Usai menerima umpan dari Craig Bryson, Mason Mount melancarkan tembakan yang sukses berujung gol dari luar kotak penalti. Ketika gol itu tercipta, Lampard berteriak sambil meninju tangannya ke udara, selayaknya yang dahulu biasa dia lakukan ketika masih aktif sebagai pemain dan berhasil mencetak gol dari jarak jauh.

Setelah gol itu, Derby betul-betul mendominasi serangan. Tapi, karena pertahanan tim lawan yang kokoh, gol yang bikin Derby menang 2-1 baru tiba di menit ke-94. Prosesnya bermula dari Mason Bennet yang meneruskan umpan yang dia terima dalam skema throw-in kepada Tom Lawrence via udara.

embed from external kumparan

Dalam jarak yang sebenarnya cukup jauh dari gawang, Lawrence berhasil menyulap umpan tersebut menjadi gol melalui kepalanya. Usai gol tersebut tercipta, beberapa penggawa Derby saling membanting tubuhnya ke atas tubuh Lawrence, sementara ada juga yang memilih merayakan gol tersebut dengan memeluk pitch invader.

Di pinggir lapangan, lagi-lagi Lampard merayakan gol itu selayaknya dia masih aktif sebagai pemain saja. Dia berlari kencang menuju bangku cadangan timnya sebelum memeluk siapa saja yang berada di dekatnya. Ya, pada akhirnya, anak-anak asuhnya berhasil membuat laga perdana yang sesungguhnya bagi Lampard sebagai sang manajer berakhir dengan istimewa.