Kumparan Logo

Derby della Madonnina: Tetap Manis walau Serba Minimalis

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Derby Milan tahun 2005. (Foto: AFP/Filippo Monteforte)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Derby Milan tahun 2005. (Foto: AFP/Filippo Monteforte)

Derby della Madonnina tetaplah derby yang sarat akan sejarah. Saat ini, Internazionale Milan memang hanya nangkring di posisi ketiga klasemen sementara, sedangkan AC Milan berada empat strip di bawah mereka. Walaupun begitu, peringkat klasemen tak akan memengaruhi panasnya persaingan kedua tim.

Terlebih, kini Milan telah melakukan perombakan dengan mendatangkan para pemain bintang untuk ditata dalam skuat mereka. Di satu sisi, Inter juga mulai meniti harapan dengan sentuhan dingin Luciano Spalletti yang mulai membuahkan hasil.

Sama-sama Krisis Penyerang

Milan memang sudah membelanjakan dana hampir 200 juta euro untuk membeli pemain anyar di bursa transfer musim panas ini. Namun, aksi mereka itu tak lantas menuntaskan masalah lini depan.

Nikola Kalinic yang digaet dari Fiorentina cuma mampu menyarangkan sepasang gol dari enam laga yang dilakoninya. Andre Silva lebih parah lagi, karena tak kunjung mencetak gol perdananya di Serie A hingga saat ini. Milan justru bertumpu pada Suso dan penyerang muda mereka, Patrick Cutrone, yang masing-masing sudah menyumbangkan dua gol.

X post embed

Sementara itu, Inter lebih beruntung karena memiliki Mauro Icardi yang sukses mengemas enam gol di lima laga awal. Di sisi lain, jebolan akademi La Masia itu sedang mengalami puasa gol dalam dua laga terakhir.

Kendati demikian, Inter bisa mengharapkan kontribusi Ivan Perisic untuk mengatasi mandulnya Icardi. Pasalnya, bekas winger Club Brugge itu telah berkontribusi lewat sepasang assist dan sebiji gol ke gawang Milan dalam dua pertemuan teranyar.

San Siro yang Ramah untuk Inter

Tak ada pemenang dalam dua derby terakhir yang mempertemukan Inter dan Milan. Kendati begitu, Nerazzurri memiliki catatan lebih baik saat tampil di San Siro ketimbang Milan. Samir Handanovic dan kawan-kawan berhasil mencatatkan kemenangan di tiga pertandingan kandang teranyar. Bahkan, Inter sukses menjaga keperawanan gawang mereka dalam rentang waktu tersebut.

Inter Milan (Foto: REUTERS/Alberto Lingria)
zoom-in-whitePerbesar
Inter Milan (Foto: REUTERS/Alberto Lingria)

Hal itu tak berlaku untuk Milan. Di pekan lalu, mereka dipermalukan AS Roma dua gol tanpa balas. Selain itu, gawang Gianluigi Donnarumma mesti kebobolan dua kali saat berhadapan dengan Rijeka di ajang Liga Europa.

Kehilangan Gelandang Kreatif

Milan bakal mengalami hambatan karena tak bisa menurunkan Hakan Calhanoglu. Pasalnya, pemain yang dibeli dari Bayern Leverkusen itu merupakan gelandang kreatif Rossoneri saat ini, baik itu dalam skema empat maupun tiga bek.

Milan sebenarnya masih memiliki Suso yang mahir dalam mengolah bola. Akan tetapi, Suso lebih ideal sebagai penyerang sayap. Artinya, Montella harus kembali menerapkan format empat bek untuk memaksimalkan mantan pemain Liverpool itu.

Suso, andalan Milan. (Foto: Reuters/Alberto Lingria)
zoom-in-whitePerbesar
Suso, andalan Milan. (Foto: Reuters/Alberto Lingria)

Sementara itu, Inter juga sedang terkendala masalah gelandang. Marcelo Brozovic yang moncer sebagai trequartista kontra Benevento kemarin meski ditepikan setelah mengalami cedera saat membela Kroasia di Kualifikasi Piala Dunia 2018. Kemungkinan besar posisinya akan digantikan Joao Mario yang sukses mengemas tiga assist di Serie A sejauh ini.