Kumparan Logo

Di San Siro, Milan Dipaksa Melutut oleh Lazio

kumparanBOLAverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aksi Piatek di laga Milan vs Lazio Foto: Twitter @acmilan
zoom-in-whitePerbesar
Aksi Piatek di laga Milan vs Lazio Foto: Twitter @acmilan

AC Milan dipecundangi Lazio di San Siro. Dalam laga Serie A pekan ke-11, Senin (4/11/2019) dini hari WIB, Diavolo takluk dengan skor 1-2 dari tamunya. Gol tunggal Milan berasal dari aksi bunuh diri Bastos. Sementara sepasang lesakan Lazio lahir melalui Ciro Immobile dan Joaquin Correa.

Tambahan tiga angka ini belum cukup untuk membuat Lazio bergerak naik di tabel klasemen. Mereka masih tertahan di posisi keenam dengan koleksi 18 poin. Pun demikian dengan Milan yang stay di peringkat ke-12 karena baru mengumpulkan 13 angka.

X post embed

Kepercayaan diri para penggawa Milan sedang tinggi-tingginya. Pekan lalu, mereka sukses mengalahkan SPAL 1-0. Itu sekaligus jadi kemenangan perdana Stefano Pioli sebagai pelatih Milan.

Menariknya, Pioli melakukan perombakan di beberapa sektor. Rade Krunic diutus untuk bertandem dengan Ismael Bennacer serta Lucas Paqueta di area sentral.

Untuk pos bek sentral, Pioli menaruh Leo Duarte sebagai duet Alessio Romagnoli. Sementara di pos terdepan, Pioli masih memercayakannya kepada Krzysztof Piatek, Hakan Calhanoglu, dan Samu Castillejo.

Beralih ke kubu Lazio. Simone Inzaghi mengerahkan pasukan terbaiknya di laga kali ini. Ciro Immobile ditemani Joaquin Correa di sektor penyerang. Lalu Sergej Milinkovic-Savic jadi komando di pos gelandang, ditopang dengan Luis Alberto dan Lucas Leiva.

X post embed

Milan tampil relatif agresif ketimbang tim tamu, khususnya melalui serangan dari sisi sayap. Ini membuat Lazio kesulitan dalam melakukan serangan. Terhitung cuma sebiji ancaman yang mampu mereka tuai dalam 20 menit pertama, via Immobile. Itu pun masih mampu diamankan Gianluigi Donnarumma.

Dalam hal ini, Milan masih lebih baik karena sukses melepaskan sepasang tembakan tepat sasaran melalui Paqueta dan Castillejo.

Akan tetapi, justru Lazio yang berhasil memetik buah duluan. Adalah Immobile yang jadi algojonya usai mengakhiri umpan lambung Manuel Lazzari dengan sempurna di menit 25.

Euforia Lazio tak bertahan lama. Sebab Milan sukses menyamakan kedudukan tiga menit berselang. Berniat memotong umpan yang mengarah ke Piatek, pergerakan Bastos justru membuat bola meluncur ke gawangnya sendiri.

Oh, iya, Immobile sebenarnya punya peluang besar untuk membobol gawang Milan. Sayang, bola hasil sepakan kaki kanannya masih membentur tiang gawang.

Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

X post embed

Demi meningkatkan agresivitas, Pioli memasukkan Rafael Leao di babak kedua. Ini sekaligus jadi pergantian kedua Milan di laga tersebut. Sebelumnya, Castillejo ditukar dengan Ante Rebic.

Secara kontribusi, masuknya kedua pemain tersebut belum banyak membantu proses serangan Milan. Apalagi, pakem lima gelandang yang diterapkan Inzaghi cukup efektif.

Alberto dan Milinkovic-Savic diutus untuk aktif membantu serangan. Sementara Senad Lulic dan Lazzari di kedua tepi, disusul Leiva yang bertugas menjaga kedalaman. Mantan pemain Liverpool itu bahkan sudah mencatatkan 5 tekel sukses hingga menit ke-75 (tertinggi di antara rekan-rekan setimnya).

Selebrasi dari Piatek. Foto: Twitter @acmilan

Peluang didapat Alberto di menit 76. Akan tetapi, sepakan jarak dekatnya masih bisa diredam Donnarumma. Selain piawai dalam mengukir assist (6), pemain asal Spanyol itu juga bisa diplot untuk muncul dari lini kedua.

Akhirnya, Lazio sukses mencetak gol kedua di menit 83. Diawali dari skema serangan balik, dengan tenang Correa mengonversi umpan mendatar kiriman Alberto. Bagi Correa, lesakan ini merupakan yang ketiga dalam empat laga Serie A terakhirnya.

Milan justru mengendur pasca-tertinggal. Mereka kesulitan untuk lolos dari tekanan. Rossoneri gagal menyamakan kedudukan hingga laga usai. Lazio pun keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 2-1.