Dicari, Tim yang Bisa Mengalahkan Bali United

Simak baik-baik capaian Bali United di awal musim Liga 1: Menaklukkan Persebaya Surabaya dengan skor 2-1, mengalahkan Bhayangkara FC dan Persija Jakarta serta PSIS Semarang 1-0, bermain imbang 2-2 dengan Kalteng Putra, dan menghajar Perseru Badak Lampung FC 3-0.
Singkat kata, mereka telah meraih lima kemenangan, sekali hasil seri, belum pernah kalah. Sudah mencetak sepuluh gol dan baru tiga kali kebobolan.
Siapa yang saat ini menyamai catatan tersebut?
Tidak ada. Karena itulah, tak berlebihan untuk menyebut bahwa tim berjuluk 'Serdadu Tridatu' itu sebagai tim dengan capaian paling mentereng di Liga 1 2019 sejauh ini.
Sejumlah pertanyaan lantas mengemuka, sampai kapan catatan tak terkalahkan itu bertahan?
Menilik jadwal, lawan-lawan yang akan mereka hadapi dalam waktu dekat adalah Barito Putera (13/7), Persela Lamongan (17/7), dan PSS Sleman (21/7). Menghadapi tim-tim tersebut, peluang mereka untuk terus melaju di jalur kemenangan tampak nyata, terutama dengan dua tim yang disebut pertama.
Barito Putera, misalnya, yang kini ada di urutan ke-17, tak kunjung meraih hasil maksimal. Mereka baru dua kali mendapat hasil imbang dan sudah tiga kali kalah. Mereka juga baru saja ditinggal pelatih Jacksen F. Tiago yang mengundurkan diri.
Dengan keadaan seperti ini, peluang Bali United untuk meraih kemenangan atas tim yang bermarkas di Banjarmasin itu amat besar, meski termutakhir mampu menahan imbang tuan rumah PSIS Semarang tanpa gol.
Tak berbeda jauh dengan Barito, performa Persela Lamongan juga mengenaskan. Mereka bahkan berada di urutan terbuncit dengan torehan dua kali imbang dan empat kekalahan.
Selain itu, masalah transisi bertahan yang buruk dari Persela amat cocok untuk menjadi sarana eksploitasi para pemain Bali United yang punya keunggulan dalam hal kecepatan. Alhasil, laga ini kemungkinan besar juga tak akan menghambat laju kencang Ilja Spasojevic dan kolega.
Jika dua laga tersebut diprediksi mampu disapu bersih oleh Bali United, sandungan tampaknya akan ditemui manakala menghadapi PSS Sleman. Kendati berstatus tim promosi, PSS mampu menunjukkan tajinya dengan mampu mengalahkan tim sekelas Arema FC dan menahan imbang Persipura Jayapura di markas lawan.
Hasil itu didapat setelah meraih satu kemenangan dan tiga hasil imbang. Ya, mereka memang belum pernah mengalami kekalahan sejauh ini. Performa apik tim serta, terutama, para pemain asing semisal Yevhen Bokhasvili dan Brian Ferreira menjadi penyebabnya.
Meski begitu, dilihat dari komposisi skuat dan performa secara keseluruhan, PSS tampaknya tak akan lebih dari sekadar menyulitkan Bali United. Lagipula, tim 'Elang Jawa' akan berstatus sebagai tim tamu pada laga nanti sehingga peluang untuk meraih hasil maksimal terbilang kecil. Dengan kondisi begitu, artinya, Bali United kemungkinan besar mampu mengamankan setidaknya tiga laga ke depan.
Nah, yang jadi masalah adalah dua laga setelahnya. Merunut jadwal, Bali United bakal berhadapan dengan dua tim kuat kandidat juara secara berturut-turut. Mereka adalah Persib Bandung (28/7) dan PSM Makassar (4/8).
Tak seperti tiga tim sebelumnya, dua tim ini punya kualitas yang sedikit lebih baik. Persib, kendati baru meraih satu kemenangan, penampilan mereka secara perlahan meningkat. Para pemain tampaknya mulai memahami skema pelatih Robert Rene Albert yang memang baru bergabung tak lama jelang liga bergulir.
Saat menghadapi Madura United dan Bhayangka FC pada pertandingan terakhir saja, misalnya, mereka mampu menciptakan banyak peluang (total 26 tembakan). Hanya, penyelesaian akhir para pemain yang buruk membuat peluang-peluang tersebut tak mampu dimaksimalkan menjadi gol.
Penyelesaian akhir yang buruk ini memang merupakan salah satu masalah utama Persib musim ini. Namun, mengingat pertemuan mereka dengan Bali United baru akan berlangsung sekitar empat pekan lagi, bukan tak mungkin hal tersebut membaik.
Meski begitu, kemungkinan sebaliknya juga masih bisa terjadi. Seperti PSS, Persib tampaknya tak akan lebih dari sekadar menyulitkan, bahkan meski mereka berstatus tuan rumah pada laga nanti. Sekurang-kurangnya, Bali United bisa meraih satu poin pada laga ini.
Sementara, menghadapi PSM ceritanya tampak akan berbeda. PSM bukan saja memiliki skuat bertabur bintang sebagaimana Bali United sendiri, tetapi juga selalu mampu tampil optimal sejauh ini. Dua kemenangan dan sekali hasil imbang serta tak pernah kalah adalah rincian catatan mereka di Liga 1.
Meski begitu, Bali United akan berstatus kandang pada laga nanti. Dukungan para suporter jelas menjadi pengaruh sehingga mereka punya sedikit keuntungan. Di luar itu, performa Bali United juga tengah di puncak, begitu pula dengan mental mereka.
Alhasil, seburuk-buruknya hasil yang diperoleh Bali United tampaknya adalah imbang. Yang artinya, rekor tak terkalahkan mereka, kemungkinan, bertahan hingga pekan tersebut.
Namun, namanya sepak bola, tentu saja prediksi itu masih sebatas kemungkinan. Probabilitas menjadi realita pun masih 50:50. Kini, tinggal Bali United yang bisa meningkatkan probabilitas kemenangan itu menjadi lebih besar. Jika bisa konsisten, bukan tak mungkin prediksi itu bisa menjadi kenyataan.
Bukan begitu, bli?
