Kumparan Logo

Dikontrak Full Time, Wasit Jepang Siap Belajar Bahasa Indonesia

kumparanBOLAverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wasit asal Jepang Yudai Yamamoto saat pengumuman wasit asing pertama yang mendapatkan kontrak full-time dari PSSI di Menara Mandiri II, Jakarta, Senin (22/12/2025). Foto: Zaro Ezza Syachniar/Antara
zoom-in-whitePerbesar
Wasit asal Jepang Yudai Yamamoto saat pengumuman wasit asing pertama yang mendapatkan kontrak full-time dari PSSI di Menara Mandiri II, Jakarta, Senin (22/12/2025). Foto: Zaro Ezza Syachniar/Antara

PSSI merekrut Yudai Yamamoto sebagai wasit asing pertama yang dikontrak full-time untuk memimpin laga-laga Super League 2025/26. Dikontrak 1,5 musim, wasit asal Jepang itu mengaku siap mempelajari kosakata Bahasa Indonesia termasuk umpatan kasar.

Yamamoto akan mulai bekerja pada Januari 2026. Demi bisa bekerja maksimal dalam menegakkan Laws of the Game, ia akan belajar kata-kata kasar dalam Bahasa Indonesia juga.

"Mengeluarkan kata-kata yang tidak seharusnya memang tidak boleh secara peraturan, begitupun juga di J-League," kata Yamamoto kepada wartawan di Jakarta, Senin (22/12).

"Terkait dengan apakah saya akan belajar Bahasa Indonesia atau tidak, menurut saya itu adalah sebuah keharusan bagi saya untuk belajar dan saya pun memang ingin belajar dan akan belajar demi menjaga ketertiban pertandingan," tambahnya.

Sejumlah pesepak bola Persebaya Surabaya memprotes keputusan wasit saat melawan Madura United pada pertandingan BRI Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (20/4/2025). Foto: Rizal Hanafi/ANTARA FOTO

Dalam Laws of the Game 2025/26, larangan bagi pemain untuk berbicara kasar diatur secara tegas dalam Law 12 tentang Pelanggaran dan Tindakan Tidak Terpuji (Fouls and Misconduct), tepatnya pada sub-bagian Tindakan Disipliner (Disciplinary Action). Ini termasuk kategori pelanggaran yang bisa dikenai kartu merah.

Law 12 secara spesifik menyatakan bahwa pemain, pemain cadangan, atau pemain yang diganti harus diusir jika terbukti menggunakan bahasa dan/atau tindakan yang menyinggung, menghina, atau kasar. Cakupannya meliputi segala bentuk makian, sumpah serapah, gestur provokatif, maupun ucapan diskriminatif yang ditujukan kepada wasit, lawan, rekan setim, ofisial, ataupun penonton.