'Efek Kupu-kupu’ Menggiring Barcelona Keluar dari Liga Champions

Mungkin Lionel Messi tidak paham bagaimana detailnya sehingga satu kepakan sayap kupu-kupu di Hutan Amazon dalam suatu masa bisa menimbulkan tornado di Texas pada masa lainnya. Tetapi, jelas dia mengerti bahwa tindakan (yang dikira) sepele harus dibayar, dan tak jarang dengan sangat mahal, pada suatu waktu yang tidak terkira.
Dan inilah inti dari Efek Kupu-kupu (Butterfly Effect) yang diperkenalkan Edward Lorenz pada awal 1960-an. Dan ini juga yang membuat Messi begitu kesal di akhir laga semifinal leg I antara Barcelona dan Liverpool di Camp Nou, Kamis (2/5/2019) pekan lalu.
Selepas laga itu, Messi telungkup, kemudian membalikkan badan, menutup wajah, kemudian berteriak kecewa. Padahal, Barcelona sangat jauh dari kata kalah saat itu. Malah, La Blaugrana memetik kemenangan 3-0 walau sempat kehilangan kemudi laga.
Akan tetapi, Messi sadar bahwa timnya bisa menang dengan skor yang lebih besar daripada itu. Mengingat ada dua kans emas tercipta untuk Barcelona di ujung laga ini.
Kans emas pertama tercipta pada menit ke-92. Tak lama setelah Liverpool gagal memanfaatkan situasi tendangan sudut untuk mencetak gol, Barcelona melancarkan serangan balik. Nahas, upaya itu berakhir dengan aksi Andrew Robertson seorang diri memblokade tendangan Luis Suarez di kotak penalti.
Di menit ke-96, situasi serupa kembali tercipta. Bedanya, kali ini tiga pemain Liverpool gagal mencegah Messi memberikan umpan kepada Ousmane Dembele. Sayang, tembakan Dembele malah menyasar perut Alisson Becker dan kiper berkebangsaan Brasil itu menangkapnya dengan baik.
Bayangkan jika dua peluang itu sukses dikonversikan menjadi gol. Mungkin Barcelona tak perlu risau bakal menjadi korban remontada seperti saat bertemu AS Roma dalam perempat final Liga Champions musim lalu. Barangkali, pertemuan Barcelona dan Liverpool di Anfield, Kamis (8/5) dini hari WIB, bakal berjalan mudah.
Namun, semua orang tahu apa yang terjadi di Anfield. Liverpool terpaksa tampil tanpa Mohamed Salah dan Roberto Firmino. Sementara, Barcelona tampil dengan sebelas pemain yang bugar karena tak tampil saat melawan Celta Vigo pada Minggu (5/5) lalu.
Walau begitu, secara mengejutkan, Liverpool memenangi laga ini dengan skor 4-0. Tengok siapa nama-nama yang mencetak gol pada laga ini: Divock Origi sumbangkan dua gol, begitu juga dengan Georginio Wijnaldum. Perlu diingat, baik Origi dan Wijnaldum merupakan penghuni setia bangku cadangan 'Si Merah'.
Menambah perih bagi Messi dan Barcelona, tentu saja kegagalan mereka karamkan Liverpool di semifinal bakal terus dibahas dalam jangka waktu yang lama. Kisah ini bakal dibahas ketika kedua tim kembali bertemu, atau ketika Barcelona memenangi laga pertama dengan margin skor sangat lebar.
Namun, nasi telah menjadi bubur dan Messi tahu itu ketika menatap papan skor. Satu-dua perandaian mungkin dapat menghibur Barcelona untuk sementara, tetapi semua telah telanjur. Kini, Liverpool telah menyusul Roma dan menjadi 'hantu' di bawah ranjang yang ditiduri para pemain Barcelona.
