Kumparan Logo

Erick Thohir: PSSI Jangan Cengeng soal Pendanaan

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
Ketua PSSI Erick Thohir memberikan keterangan terkait tiket pertandingan FIFA Matchday antara Timnas Indonesia melawan Timnas Argentina di ruang konferensi pers Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (29/5/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua PSSI Erick Thohir memberikan keterangan terkait tiket pertandingan FIFA Matchday antara Timnas Indonesia melawan Timnas Argentina di ruang konferensi pers Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (29/5/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan dirinya tak mau organisasi yang ia pimpin 'manja' dalam hal pembiayaan. Ia ingin PSSI bisa mandiri secara finansial.

Erick menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo menanyakan terkait hal-hal yang dibutuhkan untuk memajukan sepak bola Indonesia. Kemudian, ia menjawab bahwa PSSI perlu pendanaan.

''Kemarin Pak Jokowi berbicara dengan saya, 'pemerintah perlu bantu apa?' Ya, saya jawab pendanaan,'' kata Erick Thohir pada Minggu (18/2), dikutip dari Antara.

''Nah, tetapi saya juga tidak mau PSSI cengeng. Saya meyakinkan bahwa misalnya pemerintah memberikan sekian x, misalnya 100 atau 500, ya kami juga dari PSSI berusaha mendapatkan dana yang sama,'' tegasnya.

Timnas Indonesia vs Jepang dalam laga Grup D Piala Asia 2023 di Stadion Al Thumama, Doha, Qatar, Rabu (24/1/2024). Foto: Giuseppe CACACE / AFP

Terkait finansial, jelas Erick, hal ini juga berkaitan dengan perkembangan Timnas Indonesia. Ia mengatakan, untuk membangun timnas yang kuat, maka dibutuhkan dana yang tak sedikit.

“Kita mau punya tim nasional yang bagus ya angkanya 250 sampai 500 miliar. Itu kalau kita bandingkan dengan Jepang, Jepang itu kurang lebih angkanya 170 juta US, 3,4 triliun. Jauh kita. Negara-negara tetangga kita seperti Vietnam, Thailand, itu sudah di angka 1 (triliun),'' ucap Erick.

“Jadi ya seperti itu realita. Ada uang, ada kesejahteraan, ada prestasi,” pungkasnya.