Kumparan Logo

Erik Ten Hag Cuma Perjudian MU, Kurang Pengalaman Latih Tim Besar

kumparanBOLAverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Erik ten Hag memegang trofi KNVB Cup. Foto: Dok. Ajax Amsterdam
zoom-in-whitePerbesar
Erik ten Hag memegang trofi KNVB Cup. Foto: Dok. Ajax Amsterdam

Legenda Manchester United (MU), Peter Schmeichel, tampak tak berharap banyak pada Erik ten Hag. Ia berasumsi bahwa penunjukan pelatih asal Belanda itu merupakan sebuah perjudian.

Sebelumnya, MU telah mengumumkan Ten Hag sebagai juru taktik baru pada Kamis (21/4) pekan lalu. Ia akan mulai bekerja untuk musim depan dan dikontrak sampai 2025 dengan opsi perpanjangan.

Meskipun ini dianggap angin segar, penunjukan Ten Hag oleh MU tidak melulu membuat semua pihak berekspektasi tinggi. Salah satunya adalah Schmeichel yang mengatakan bahwa pelatih berkepala plontos itu tidak akan menjamin MU bisa balik ke jalur suksesnya.

Hal itu karena kursi kepelatihan MU adalah sesuatu yang tidak biasa. Banyak manajer beken yang gagal membawa 'Setan Merah' kembali ke masa kejayaannya. Sebut saja Jose Mourinho dan Louis Van Gaal yang akhirnya didepak, walau bisa menyumbang trofi.

Selebrasi pemain Manchester United usai mencetak gol ke gawang Arsenal pada pertandingan lanjutan Liga Inggris di Emirates Stadium, London, Inggris. Foto: Paul Childs/REUTERS

"Mengumumkan pelatih anyar memang sebuah keputusan yang harus diambil MU. Tetapi, ini merupakan pekerjaan yang sangat besar. Jadi, penunjukan Ten Hag bisa dikatakan sebagai sebuah perjudian," ucap Peter Schmeichel kepada The Sun.

Menurutnya, Erik Ten Hag merupakan sosok pelatih yang masih belum punya pengalaman melatih tim-tim besar. Diwartakan Transfermarkt, klub raksasa yang pernah dilatih juru taktik 52 tahun itu hanya Ajax. Sebelumnya, ia menakhodai klub medioker FC Utrecht dan Bayern Muenchen B.

Kendati demikian, Schmeichel tetap mendoakan yang terbaik. Ia tetap menaruh harapan bahwa Ten Hag bisa mengembalikan kejayaan MU yang sudah terbenam sejak sepeninggal Sir Alex Ferguson pada 2013.

Pelatih Ajax, Erik Ten Hag. Foto: Reuters/Matthew Childs

"Saya mendoakan yang terbaik dan berharap ia bisa membangun kembali MU. Ini adalah sebuah keputusan yang menurut saya sangat positif. Masih banyak yang harus dibenahi di sini," pungkasnya.

Terlepas dari hal tersebut, performa 'Setan Merah' sejauh ini cukup melempem. Di bawah kendali Ralf Rangnick, MU terancam absen di Liga Champions musim depan sebab saat ini cuma mampu menduduki peringkat ke-6 lewat raihan 54 poin.

Penulis: Hamas Nurhan R T