Exco PSSI: Naturalisasi Bukan untuk Tutupi Kekurangan Timnas Indonesia
ยทwaktu baca 2 menit

Anggota exco PSSI, Arya Sinulingga, memberikan penjelasan terkait program naturalisasi yang dilakukan selama ini. Menurutnya, salah jika langkah itu dianggap sebagai cara untuk menutupi kekurangan Timnas Indonesia.
Arya mengatakan, PSSI kini sudah fokus melakukan pembinaan berjenjang untuk meningkatkan kualitas pemain muda lokal. Adapun naturalisasi, menurutnya, hanyalah semacam akselerasi.
"Kalau kita tanyakan sampai kapan [naturalisasi dilakukan], ini seperti kita akselerasi. Tutupi yang kurang itu enggak benar. Saya kasih contoh, kemarin U-17, seleksinya banyak banget, mulai dari [skuad juara] Piala AFF U-16, Garuda Select, seleksi dari daerah-daerah, diaspora," katanya dalam diskusi yang digelar PSSI Pers di Jakarta pada Kamis (21/12).
"Tapi ketika ternyata timnya sudah kuat, pemain diaspora cuma dua yang terpilih [Amar Brkic dan Welber Jardim]. Itu Piala Dunia U-17, hasilnya 2 poin [saat pertandingan babak grup."
"Jadi kami di PSSI tidak melihat, kalau ada yang bilang karena ini Bima Sakti, oh enggak, ada Frank Wormuth sebagai advisor. Dia bisa lihat semua, ketika enggak dibutuhkan, ya, enggak kita ambil. Dan hasilnya bagus," tambahnya.
Pada akhirnya, Arya menegaskan bahwa tidak ada keharusan seorang pelatih timnas untuk mengutamakan pemain naturalisasi atau keturunan. Baginya, naturalisasi atau pencarian pemain diaspora adalah bagian dari menghadirkan kedalaman tim.
"Jadi lihat dari jumlah pemain kita, biasanya didaftarkan 50 orang, jadi Pak Erick [Thohir, Ketum PSSI] bilang kita butuh stok 100 orang, misalkan pemain timnas dari level bawah sampai atas, artinya kita punya kelegaan di sana," terang Arya.
"Jadi jangan dikotomikan. Sepanjang Anda punya darah Indonesia, Anda berhak dan pengin jadi Warga Negara Indonesia dan Anda kebetulan pemain bagus, kenapa enggak? Apakah Timnas Inggris ambil semua pemain dari Liga Inggris? Apakah Jerman hanya ambil Liga Jerman? Apakah Korea hanya ambil Liga Korea? Enggak kan, kita jangan juga menghilangkan potensi-potensi itu," tandasnya.
