Federasi Sepak Bola Prancis Akan Turun Tangan Bantu Timnas Indonesia

9 September 2022 23:16 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Konferensi pers Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) di Jakarta, Kamis (8/9). Foto: Soni Insan Bagus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi pers Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) di Jakarta, Kamis (8/9). Foto: Soni Insan Bagus/kumparan
ADVERTISEMENT
Timnas Indonesia berpeluang mendapatkan bantuan dari Federasi Sepak Bola Prancis (FFF). Hal itu usai FFF bekerja sama dengan PSSI terkait pembangunan akademi sepak bola di Jakarta yang bernama French Football Academy (FFA),
ADVERTISEMENT
Steeve Cupaiolo selaku CEO FFF Academy menjelaskan bahwa pihaknya bertujuan untuk ambil bagian dalam pembangunan sepak bola Indonesia. Hal itu tak menutup kemungkinan bahwa FFA juga akan membantu Timnas Indonesia dalam penyaluran bibit-bibit berbakat.
''Apabila kedua federasi [FFF dan PSSI] menandatangani kesepakatan baru [detail kerja sama untuk timnas], mungkin akan ada proses baru. Itu bisa saja terjadi, karena kalau kami punya pemain yang bagus, saya berharap bisa mengembangkan pemain itu ke level yang tinggi atau timnas,'' lanjutnya.
Selebrasi pemain Timnas Indonesia U-16, Arkhan Kaka (tengah), usai mencetak gol ke gawang Timnas Filipina U-16 pada pertandingan Piala AFF U-16 di Stadion Maguwoharjo, Minggu (31/7). Foto: Twitter/@pssi
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PSSI, Maaike Ira Puspita, menyambut positif kerja sama dengan FFF. Sebelumnya, PSSI juga sudah melakukan kerja sama dengan Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB).
Ira menilai hadirnya dua federasi besar tersebut akan ikut mempercepat pembangunan sepak bola di Indonesia. Oleh karena itu, ia tak menutup kemungkinan akan menjalin kerja sama dengan federasi-federasi besar lainnya.
ADVERTISEMENT
''Kemarin, 'kan, kami sudah buka peluang kerja sama dengan KNVB, sekarang dengan Prancis. Ini benar-benar luar biasa untuk PSSI karena kami butuh dukungan dari luar juga,'' kata Ira.
''Kami harus belajar untuk adaptasi, belajar memahami bahwa 'apa, sih, kekurangan kami'. Dan, sebenarnya FIFA ada di belakang itu semua. Jadi, kami dibukakan pintu dan banyak kesempatan. Ini dua federasi besar di Eropa dan enggak menutup kemungkinan kami dengan federasi-federasi lain,'' lanjutnya.