Kumparan Logo

Gaji Besar untuk Wasit Liga 1 Tak Sepadan dengan Kualitasnya

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jimmy Napitupulu. Foto: Facebook/Jimmy Napitupulu
zoom-in-whitePerbesar
Jimmy Napitupulu. Foto: Facebook/Jimmy Napitupulu

Gaji wasit di Liga Indonesia menjadi yang tertinggi khususnya di kawasan Asia Tenggara. Kabar menyebutkan bayaran wasit Indonesia mencapai Rp 10 juta untuk satu pertandingan.

Kendati mendapat bayaran yang besar, wasit Indonesia tetap saja kerap membuat keputusan kontroversial. Paling baru, ada dua keputusan kontroversial yang dibuat wasit saat laga Persija melawan Barito Putera di pekan ke-27 Liga 1.

Kala itu, wasit Yube Poli yang memimpin laga menganulir gol Barito Putera di menit ke-57 karena offside. Padahal, dalam tayangan ulang pemain Barito Putera berada dalam posisi onside.

Lalu, wasit juga memberikan penalti untuk Barito Putera di laga ini. Penalti yang cukup kontroversial karena perebutan bola cenderung fifty fifty.

Keputusan-keputusan kontroversial itu membuat gaji tinggi wasit kerap dipertanyakan. Menurutnya, gaji wasit yang tinggi tak sepadan dengan kualitas di atas lapangan.

Ilustrasi Asisten Wasit. Foto: AFP/Jean-Sebastien Evrard

"Sangat tidak layak [gaji wasit tinggi dengan kualitas]. Lagipula gaji wasit sebaiknya diberikan langsung hari itu juga. Jadi wasit tidak mencari sampingan," ucap eks wasit Indonesia berlisensi FIFA, Jimmy Napitupulu, kepada kumparan, Kamis (24/2).

Jimmy lalu bercerita soal wasit berlisensi FIFA yang sulit sekali disogok. Hal tersebut karena bayaran yang sudah didapatkan oleh pengadil lapangan cukup tinggi.

"Wasit berlisensi FIFA jarang yang berani menerima uang sepeserpun saat dia bertugas. Karena kalau dia memimpin event AFC atau AFF saja satu pertandingan bisa tinggi bayarannya," tutup Jimmy.

Menurut data transfermarkt, gaji wasit yang memimpin laga mencapai Rp 10 juta. Sementara, dua asistennya mendapat masing-masing Rp 7,5 juta. Namun, dengan tingginya bayaran tak sepadan dengan kualitas yang diperlihatkan saat memimpin pertandingan.