Gianluigi Buffon: Kepercayaan Diri Italia Runtuh

Masa kelabu tampaknya harus dijalani Tim Nasional (Timnas) Italia menyusul performa buruk mereka pada tahun ini. Indikasi itu berdasarkan peluang mereka untuk lolos langsung ke Piala Dunia 2018 yang sudah tertutup.
Tiket menuju Rusia disegel Spanyol usai menghajar Albania pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2018 pada Sabtu (7/10/2017) dini hari WIB. Di saat bersamaan, Italia harus menelan kekecewaan setelah ditahan imbang tim lemah Makedonia.
Dengan satu laga sisa, Italia yang mengumpulkan 20 poin, dipastikan tak bisa mengejar perolehan angka Spanyol yang nyaman di puncak klasemen dengan gap lima poin.
Kini, Italia bersiap menatap partai play-off guna menjejakkan kaki di putaran final Piala Dunia 2018. Bagi Italia--pemegang empat titel Piala Dunia--tentu saja hasil ini terbilang buruk. Apalagi, mereka masih harus menjalani dua partai dengan sistem kandang-tandang nantinya.
“Penampilan yang sama sekali tak menjanjikan,” ujar kapten Italia, Gianluigi Buffon, menyoal performa timnya melawan Makedonia, seperti dilansir Football-Italia.
“Kekalahan dari Spanyol meruntuhkan kepecayaan diri dan keyakinan kami bahwa kami berada di level yang superior. Pertandingan itu masih memberikan efek sampai sekarang.”
“Beberapa dari kami, termasuk saya, harus mengemban tanggungjawab dan membantu yang lain untuk menjadi bagian dari tim dengan antusiasme untuk pergi ke Piala Dunia.”

Pada 3 September lalu, Italia harus menelan kekalahan pahit dari Spanyol dengan skor telak 3-0 di Madrid. Partai itu menjadi sangat krusial karena perolehan poin kedua tim saat itu serupa. Alhasil, La Furia Roja pun meninggalkan Italia sejak saat itu hingga akhirnya menyegel tiket ke Piala Dunia 2018.
“Kami kehilangan kepercayaan diri dan mungkin itu kesalahan dari pertandingan di Bernabeu. Kekalahan itu menghancurkan keyakinan kami.”
“Tapi, kami harus bangkit, menikmati sepak bola, karena itu jadi satu-satunya cara untuk mengeluarkan kreativitas. Untuk menyingkirkan rasa takut. Jika kami terjebak dalam situasi ini, maka kepala kami hanya akan tertunduk, dan itu hanya akan menjadi lebih buruk.”
“Saat ini, kami benar-benar memerlukan peningkatan psikis. Karena seperti yang kami lihat, tim ini bukanlah seperti tim pada tahun pertama,” pungkasnya.
