Kumparan Logo

Gol Liverpool di Final Dianulir karena Van Dijk Offside, Ini Aturannya

kumparanBOLAverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Liverpool Joel Matip merayakan mencetak gol pertama mereka saat hadapi Chelsea di Stadion Wembley, London, Inggris, Minggu (27/2/2022). Foto: Action Images via Reuters/John Sibley
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Liverpool Joel Matip merayakan mencetak gol pertama mereka saat hadapi Chelsea di Stadion Wembley, London, Inggris, Minggu (27/2/2022). Foto: Action Images via Reuters/John Sibley

Pertandingan Chelsea vs Liverpool di final Piala Liga Inggris 2021/22, Minggu (27/2) malam WIB diwarnai drama empat gol dianulir. Dari empat gol yang dianulir itu, salah satunya menuai perdebatan.

Adalah gol Joel Matip pada menit 69 yang dibatalkan wasit. Di momen itu, Matip mencetak gol usai menerima umpan sundulan Sadio Mane yang berawal dari skema free kick.

Perdebatan di sosial media muncul sebab yang diputuskan dalam posisi offside adalah Virgil van Dijk, bukan Matip atau Mane. Saat itu Van Dijk memang terlibat dalam situasi perebutan bola, namun ia tidak menyentuh bola.

Pertandingan ini sendiri berakhir dengan kemenangan untuk Liverpool via babak adu penalti dengan skor 11-10.

Lantas, bagaimana aturan tentang offside?

Pemain Chelsea Mason Mount beraksi dengan pemain Liverpool Mohamed Salah di Stadion Wembley, London, Inggris, Minggu (27/2/2022). Foto: Action Images via Reuters/John Sibley

Laws of the Game 2021/22 yang dirilis IFAB menjelaskan tentang offside. Hal yang harus dimengerti, penentuan pemain dalam posisi offside pada saat bola dimainkan atau disentuh oleh rekan setimnya dan hanya akan dihukum jika terlibat dalam permainan aktif.

Dalam hal ini, titik penentuan offside pertama adalah ketika bola pertama disentuh dengan kaki untuk dioper oleh seorang pemain ke rekannya yang berada di depan. Jika pada titik itu, pemain yang akan menerima operan posisinya tak melebihi pemain lapangan terakhir lawan, hasilnya tidak offside.

Jadi, seorang pemain dalam posisi offside pada saat bola dimainkan atau disentuh oleh rekan setimnya hanya akan dihukum karena terlibat dalam permainan aktif yang dimaksud sebagai berikut:

  • Mengganggu permainan dengan memainkan atau menyentuh bola yang dioper atau disentuh oleh rekan setimnya atau

  • Mengganggu lawan dengan:

    • Mencegah lawan bermain atau tidak dapat memainkan bola dengan menghalangi pandangan lawan secara jelas atau

    • Menantang lawan untuk merebut bola atau;

    • Jelas coba memainkan bola yang dekat ketika aksinya berdampak pada lawan atau;

    • Melakukan tindakan nyata yang jelas berdampak pada kemampuan lawan memainkan bola.

atau

  • Mendapatkan keuntungan dengan memainkan bola atau mengganggu lawan bila mendapatkan:

    • Pantulan atau belokan dari tiang gawang, mistar gawang, ofisial pertandingan, atau pemain lawan.

    • Sengaja diselamatkan oleh lawan mana pun.

X post embed
X post embed
X post embed

Jika dilihat dari tayangan ulang, Van Dijk memang melakukan pergerakan yang menghalangi pemain Chelsea untuk merebut bola, sehingga Sadio Mane berada dalam posisi bebas tak terkawal.

Hal ini berkaitan dengan salah satu penjelasan di atas, yakni: ''Mengganggu lawan dengan: Mencegah lawan bermain atau tidak dapat memainkan bola dengan menghalangi pandangan lawan secara jelas.''

Jika memang pertimbangan ini yang digunakan wasit, maka putusan menganulir gol Liverpool sudah tepat, karena Van Dijk berada dalam posisi offside.