Gol Pemain Villa Hasil Curi Bola dari Kiper MU Tak Disahkan, Gimana Aturannya?
·waktu baca 3 menit

Manchester United (MU) mengalahkan Aston Villa 2-0 dalam laga pekan terakhir Liga Inggris 2024/25 di Stadion Old Trafford, Minggu (25/5) malam WIB. Ada kontroversi keputusan wasit dalam laga ini.
Semua bermula di menit 73, ketika Aston Villa berhasil menceploskan bola ke gawang MU. Prosesnya diawali Robin Olsen yang melepas tendangan jauh dari depan kotak penalti Villa ke arah pertahanan MU, lalu bola disundul Harry Maguire ke area kotak penalti MU.
Di sana, Altay Bayindir tampak ragu-ragu saat hendak menangkap bola. Alhasil, ketika bola belum benar-benar lengket dalam pelukannya, Morgan Rogers mampu mencuri bola dan melepas tendangan yang membikin bola bersarang di jala MU.
Namun, wasit Thomas Bramall tidak mengesahkan gol tersebut. Ia menilai, Rogers telah melakukan pelanggaran terhadap Bayindir saat merebut bola. Peluit ditiupnya sebelum bola benar-benar masuk ke gawang, sehingga ia tidak meninjau kejadian itu lewat monitor VAR.
Laga dilanjutkan dengan tendangan bebas untuk MU. Ini dimanfaatkan para pemain MU untuk melakukan build up serangan. Hasilnya di menit 76, Amad Diallo mencetak gol.
"Keputusan wasit adalah tendangan bebas untuk Manchester United dengan Bayindir dianggap menguasai bola sebelum Rogers menguasainya. Peluit dibunyikan wasit sebelum bola masuk ke gawang, oleh karena itu insiden tersebut tidak dapat ditinjau oleh VAR," tulis pernyataan resmi Premier League Match Centre.
Pasal 12 Laws of the Game 2024/25 menyatakan bahwa seorang kiper dianggap menguasai bola dengan tangan ketika:
Bola berada di antara kedua tangan atau di antara tangan dan permukaan apa pun atau dengan menyentuhnya dengan bagian tangan atau lengan mana pun, kecuali jika bola memantul dari penjaga gawang atau penjaga gawang telah melakukan penyelamatan.
Memegang bola dengan tangan terbuka yang terentang.
Memantulkannya ke tanah atau melemparkannya ke udara.
Adapun gol kedua dicetak Christian Eriksen lewat sepakan penalti di menit 87. Skor akhir 2-0. Kekalahan ini membikin Aston Villa gagal ke Liga Champions.
Aston Villa finis di urutan 6 dengan poin 66, sama seperti Newcastle yang di laga lain kalah 0-1 dari Everton di Stadion St James Park. Villa kalah selisih gol dari Newcastle yang akhirnya finis kelima.
Aston Villa tidak terima dengan hal ini. Mereka menulis surat ke Komite Wasit Inggris (PGMOL). Mereka pun menyebut bahwa Bramall adalah wasit yang kurang berpengalaman, sehingga tidak seharusnya diturunkan di partai krusial.
"Dengan taruhan yang sangat tinggi seputar pertandingan hari ini, klub yakin bahwa wasit yang lebih berpengalaman seharusnya ditunjuk. Dari 10 wasit yang memimpin pertandingan di Liga Inggrios hari ini, Tn. Bramall adalah yang paling tidak berpengalaman ke-2," tulis ofisial Aston Villa.
"Sesuai standar yang telah ditetapkan selama musim ini, keputusan untuk meniup peluit lebih awal jelas tidak konsisten dengan pedoman wasit saat ini. VAR ada untuk memastikan bahwa situasi seperti ini menerima pengawasan yang layak. Sayangnya, teknologi tersebut tidak diizinkan untuk menjalankan tujuannya."
"Pada akhirnya, kami mengakui bahwa hasil ini bagi kami tidak akan berubah, tetapi kami percaya bahwa penting untuk membahas metodologi pemilihan untuk memastikan bahwa pertandingan berisiko tinggi diperlakukan seperti itu berkenaan dengan perwasitan dan untuk memastikan bahwa teknologi VAR yang diterapkan dibiarkan efektif," tandas mereka.
Inggris berhak mengirimkan 6 wakil ke Liga Champions 2025/26. Dua tiket pertama sudah lebih dulu diamankan Liverpool dan Arsenal berdasarkan raihan poin mereka di klasemen. Sementara, satu lagi direbut Tottenham Hotspur yang menjuarai Liga Europa musim ini.
Pada akhirnya, tiga tiket tersisa ke Liga Champions jatuh kepada Man City, Chelsea, dan Newcastle United. Adapun Aston Villa harus puas di urutan keenam dan akan main di Liga Europa musim depan.
