Kumparan Logo

Hasil Investigasi Komdis PSSI soal Insiden 2 Bobotoh Tewas di GBLA

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Logo PSSI Foto: Alan Kusuma/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Logo PSSI Foto: Alan Kusuma/kumparan

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI telah menindak lanjuti kasus Bobotoh meninggal saat laga Persib vs Persebaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 17 Juni lalu. Hasil investigasi insiden di Piala Presiden 2022 itu pun sudah keluar.

Dalam pertandingan Grup C tersebut ada dua Bobotoh yang meninggal dunia, yakni Asep Ahmad Solihin dan Sopiana Yusup. Keduanya meninggal dunia diduga karena terdesak ketika hendak masuk ke dalam stadion.

Melalui pernyataan resmi pada Kamis (23/6) malam WIB, Erwin Tobing selaku Ketua Komdis PSSI membeberkan beberapa poin. Hasil investigasi dibagi ke dalam dua bagian.

Pemain Persib Bandung Nick Kuipers berebut bola di udara dengan pemain Persebaya Surabaya Supriadi saat pertandingan Group C Piala Presiden 2022 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jawa Barat, Jumat (17/6/2022). Foto: M Agung Rajasa/ANTARA FOTO

Adapun, Erwin menyoroti kekurangan Panitia Pelaksana Lokal dalam pertandingan tersebut. Kurangnya antisipasi dan minimnya sosialisasi kepada penonton adalah beberapa hal di antaranya.

"Jadi tim investigasi sudah melaksanakan tugasnya. Poin-poin di atas yang harus ditindaklanjuti," kata Erwin dikutip dari laman resmi PSSI.

Selanjutnya, Komdis PSSI akan melakukan sidang untuk mengambil putusan terhadap insiden tersebut. Nantinya, hasil sidang juga akan diumumkan ke publik.

“Ya tunggu saja putusannya. Kalau sudah ada putusan pasti akan kita sampaikan ke publik,” jelas Erwin.

Berikut ini hasil investigasi Komdis PSSI:

Kelebihan Panitia Pelaksana Lokal

  • Koordinasi Pengamanan telah dilakukan semestinya dengan aparat keamanan sebelum pertandingan.

  • Menyiagakan mobil ambulans sebanyak 4 (empat unit) yang disiagakan dalam stadion 2 (dua) unit dan luar stadion 2 (dua) unit.

  • Menyediakan tempat/tenda istirahat dan MCK portable untuk pendukung tim tamu dari Persebaya.

  • Menyediakan makan untuk suporter dari Persebaya.

  • Melakukan imbauan-imbauan kepada pendukung tim tuan rumah Persib tentang ticket online.

  • Menyediakan layar lebar di luar stadion sebanyak 4 (empat titik).

  • Mencetak tiket sesuai ketentuan yang disepakati dengan aparat keamanan yaitu 15.066 tiket dari -/+ 38.000 kapasitas stadion.

  • Menyediakan tempat menonton untuk pendukung tim tamu Persebaya sebanyak 1.500 kuota.

  • Antisipasi yang cepat terhadap adanya korban dari pendukung tim tuan rumah Persib akibat berdesakan di pintu V dengan melakukan pertolongan pertama dengan ambulans dan di-back up ambulans DOKPOL yang disiagakan di luar stadion.

Kekurangan Panitia Pelaksana Lokal

  • Tidak melakukan penguraian masa pendukung tim tuan rumah Persib di saat terjadi antrean yang berdesakan di pintu masuk V.

  • Sosialisasi yang kurang terhadap pendukung tuan rumah Persib tentang disediakannya kuota masuk sejumlah 15.066 tiket sehingga pendukung Persib tetap hadir di stadion melebihi kapasitas tiket yang disediakan.

  • Pintu antrean masuk suporter tidak berjalan baik sehingga menghambat dan terjadinya penumpukan masa di pintu V.

  • Kurangnya antisipasi Panitia Pelaksana Lokal terhadap adanya pendukung tim tuan rumah yang sudah membeli tiket online, tetapi tidak bisa memasuki stadion.

  • Kurangnya antisipasi terhadap oknum pendukung tim tuan rumah yang masuk tidak menggunakan tiket sehingga di dalam stadion terdapat -/+ tiga kali lipat pendukung tuan rumah Persib.

  • Kurang antisipasi terhadap penerangan di luar stadion tidak semestinya sehingga tampak kurang cahaya (cenderung gelap).

  • Adanya dugaan penjualan tiket online berupa selebaran kertas berisikan QR-Code tiket online di luar stadion pada saat hari pertandingan.