Indra Sjafri soal Andai Laga Timnas U-22 kontra Mali Berakhir Mengecewakan
·waktu baca 2 menit

Timnas U-22 Indonesia akan melawan Mali dalam laga uji coba pertama di Stadion Pakansari pada Sabtu (15/11). Pertandingan ini dan yang kedua pada 18 November nanti adalah persiapan Timnas U-22 untuk SEA Games.
Pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri, akan menjadikan dua laga kontra Mali ini sebagai validasi. Ia juga telah memikirkan rencana lain terkait komposisi pemain jika dua kali uji tanding ini akan mengecewakan.
"Untuk itu gunanya. Pertandingan lawan Mali 2x45 menit akan kami jadikan wadah untuk memvalidasi siapa 23 pemain-pemain yang akan kami daftarkan. Dari 23 itu kami akan ganti 5. Sekarang ada titik-titik atau posisi-posisi yang mungkin kami ganti. Untuk memastikan pemain A, pemain B mana yang lebih baik," terang Indra.
"Salah satu contoh mungkin di posisi gelandang. Mana yang lebih baik ini daripada ini. Itu yang akan kami ganti. Tapi kalau pemain-pemain yang sudah kita anggap benar-benar oke di tim ini. Mungkin tidak kami lakukan pergantian."
"Dan itu akan menjadi kesimpulan akhir kami nanti setelah tanggal 18. Bahwa inilah pemain yang akan kami bawa. Kami informasikan juga setelah 30 ini. Tanggal 18 kita akan ciutkan berapa pemain semakin mengerucut. Mungkin menjadi 28 atau menjadi 26 pemain," tambahnya.
Terkait aspek taktikal, Indra Sjafri telah melakukan analisis mendalam soal Mali. Timnas U-22 akan mewaspadai beberapa hal.
"Tentu kami juga akan merespon dengan tim taktikal yang realistis. Ini bukan menghadapi Singapura, bukan menghadapi Myanmar, bukan menghadapi Filipina. Jadi kami sudah mendiskusikan dan juga sudah memsimulasikan. Kami bermain dengan cara yang bagaimana," jelas Indra.
"Dan hari ini kami finalisasi tambah dengan set-piece. Kalau nanti ada hal-hal yang misalnya di open play semuanya mentok. Ya mungkin kita bisa lebih dari set-piece. Kalau secara spesifik kita harus berbeda dengan videonya di sini," tambahnya.
