Kumparan Logo

Inggris Hancurkan Kroasia Tujuh Gol Tanpa Balas di Nations League

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelatih Bayern Muenchen, Thomas Tuchel. Foto: Oli SCARFF / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pelatih Bayern Muenchen, Thomas Tuchel. Foto: Oli SCARFF / AFP

Tim nasional Inggris meluluhlantakkan pertahanan Kroasia dengan skor telak tujuh gol tanpa balas dalam pertandingan UEFA Nations League di Stadion HNK Rijeka malam tadi. Kemenangan luar biasa ini menjadi momentum penting bagi anak asuh Thomas Tuchel untuk melupakan kepedihan mendalam akibat kegagalan pada Piala Dunia lalu.

Pasukan Tiga Singa tampil sangat dominan sepanjang pertandingan melalui skema permainan yang agresif dan taktis sejak peluit pertama dibunyikan. Hasil bersejarah ini sekaligus menegaskan arah baru yang ingin dibangun sang pelatih menjelang turnamen Piala Eropa mendatang.

Kebangkitan Tiga Singa dari Luka Piala Dunia

Pelatih Thomas Tuchel mengakui bahwa rasa kecewa akibat kegagalan di turnamen sebelumnya masih menyisakan bekas luka yang sangat mendalam bagi seluruh anggota tim. Namun, kemenangan besar ini membuktikan bahwa para pemain mampu menyalurkan rasa sakit tersebut menjadi energi positif di atas lapangan hijau.

“Ini adalah satu-satunya cara untuk melangkah maju meskipun Anda masih merasakan sakit hati,” ujar Tuchel saat menjelaskan proses kebangkitan mental pasukannya setelah melewati masa-masa sulit pasca-turnamen besar. Pelatih berkebangsaan Jerman tersebut menegaskan bahwa para pemain telah sepenuhnya menerima perubahan taktis yang ia terapkan dalam tiga pertandingan terakhir.

Penampilan dominan di Rijeka ini dinilai sebagai performa paling lengkap dan memuaskan sejak sang manajer mengambil alih kursi kepemimpinan. Inggris mencatatkan penguasaan bola hingga 64 persen serta menciptakan banyak peluang emas melalui skema permainan yang teratur.

Dominasi Pemain Muda dan Rekor Gemilang Bellingham

Harry Kane, Jude Bellingham, Anthony Gordon, dan Bukayo Saka tampil sangat mematikan dengan mencetak gol bergantian pada babak pertama yang berakhir dengan skor empat kosong. Paruh pertama laga tersebut menyajikan salah satu performa menyerang terbaik yang pernah ditunjukkan oleh lini depan armada Inggris dalam beberapa tahun terakhir.

Gelandang andalan Real Madrid, Jude Bellingham, menjadi bintang lapangan dengan menyumbang tiga umpan matang serta terlibat langsung dalam empat gol timnya sepanjang laga. Catatan impresif ini menyamai pencapaian legendaris David Platt pada tahun sembilan belas sembilan puluh tiga silam sebagai gelandang Inggris dengan kontribusi gol terbanyak dalam satu laga.

“Saat ini dia seolah telah naik ke level berikutnya dan Anda memang harus selalu menuntut hal tersebut di sepak bola,” tutur Tuchel saat memuji kontribusi luar biasa dari pemain muda berbakatnya itu. Mantan pelatih Chelsea tersebut percaya bahwa Bellingham memiliki mentalitas kepemimpinan untuk menjadi pilar utama masa depan tim nasional.

Mimpi Buruk Sejarah bagi Kroasia di Rumah Sendiri

Pertandingan yang digelar tanpa penonton umum akibat sanksi disiplin ini justru dihadiri sekitar enam ribu anak-anak sekolah lokal yang menyaksikan tim kebanggaan mereka hancur lebur. Kroasia harus menerima kenyataan pahit mengalami kekalahan terburuk sepanjang sejarah sepak bola modern mereka di hadapan publik sendiri.

Luka Modric yang kini telah menginjak usia empat puluh satu tahun tampak sangat kesulitan mengimbangi kecepatan lini tengah lawan yang digalang duo dinamis Alex Scott dan Elliot Anderson. Dominasi fisik dan taktik high press dari armada muda Inggris benar-benar mematikan kreativitas permainan sang maestro gaek tersebut sepanjang pertandingan berlangsung.

Gol penutup dari pemain pengganti Morgan Rogers melengkapi penderitaan kiper Dominik Livakovic sekaligus mengunci kemenangan fantastis tujuh kosong untuk tim tamu. Hasil bersejarah ini menjadi pesan kuat dari Inggris bahwa mereka siap kembali bersaing di jajaran elit sepak bola dunia dengan fondasi skuad yang jauh lebih matang.