Bola & Sports
·
16 Juli 2021 7:23
·
waktu baca 2 menit

Ini Alasan Jorginho Tak Dikartu Merah Usai Injak Jack Grealish di Euro 2020

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ini Alasan Jorginho Tak Dikartu Merah Usai Injak Jack Grealish di Euro 2020 (137219)
searchPerbesar
Duel udara Donnarumma dan John Stones pada laga final Euro 2020. Foto: Reuters/Carl Recine
Ada satu insiden di final Euro 2020 yang masih dipersoalkan, yakni saat Jorginho menginjak Jack Grealish. Lantas, mengapa gelandang Italia itu lolos dari kartu merah?
ADVERTISEMENT
Euro 2020 baru saja usai dengan Italia yang keluar jadi juaranya. Namun, kompetisi tersebut dinilai meninggalkan beberapa kontroversi terkait keputusan wasit.
Salah satu yang jadi perhatian adalah saat insiden yang melibatkan Jorginho dengan Jack Grealish pada laga final Italia vs Inggris di Stadion Wembley, Senin (12/7) dini hari WIB.
Jorginho melanggar Grealish di babak kedua perpanjangan waktu. Tepatnya pada menit ke-114. Dia menginjak bola, lalu langkahnya menerjang paha pemain Aston Villa itu. Wasit yang memimpin laga, Bjorn Kuipers, mengganjar pemain Chelsea itu dengan kartu kuning.
Ini Alasan Jorginho Tak Dikartu Merah Usai Injak Jack Grealish di Euro 2020 (137220)
searchPerbesar
Gelandang Italia Jorginho duel gelandang Inggris Jack Grealish saat pertandingan final Euro 2020 di Stadion Wembley, London. Foto: Facundo Arrizabalaga/AFP
Keputusan ini lantas dipertanyakan mengingat Kuipers harusnya melihat VAR lebih dulu karena pelanggaran itu terbilang keras. Sayangnya, Kuipers bergeming dan Jorginho lolos dari kartu merah.
ADVERTISEMENT
Ketua Wasit UEFA yang berasal dari Italia, Roberto Rosetti, kemudian memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut. Menurutnya, Jorginho tidak ada niat untuk mencederai Grealish.
"Dia [Kuipers] melihat Jorginho coba memainkan bola, Anda bisa melihat dia meletakkan kaki kanannya di atas bola, dan ini 100 persen jelas, dan kemudian kaki kanannya tergelincir dari bola, lalu ada kontak kedua di kaki pemain berkostum putih nomor 7," ujar Rosetti, dikutip dari The Guardian.
"Wasit sudah menjelaskan kepada VAR apa yang dia lihat di lapangan permainan. Jadi, misalnya kaki kanan tidak berada di atas bola tetapi langsung di kaki [lawan] maka [keputusan akan dibatalkan]," kata Rosetti.
Pada kesempatan itu Rosetti juga memaparkan bahwa wasit bisa meminta sudut pandang dan kecepatan dari sebuah insiden yang dia inginkan saat menggunakan monitor di sisi lapangan.
ADVERTISEMENT
Rosetti berharap semua kompetisi domestik di Eropa bisa menggunakan VAR, karena statistik menyatakan keberhasilan sistem tersebut.
Di Euro 2020 terdapat 1.113 pelanggaran dalam 51 pertandingan, dengan rata-rata 21,8 pertandingan, lebih rendah dari empat edisi terakhir.
****