Inter Milan vs AC Milan: Kans Revans Rossoneri

Derby della Madonnina jilid kedua di Serie A 2019/20 yang mempertemukan Inter Milan dan AC Milan akan dihelat pada Senin (10/2/2020) dini hari WIB. Bagi Milan, laga ini adalah kesempatan untuk revans.
Pada pertemuan pertama yang digelar September 2019, Inter tampil dominan dan mampu menundukkan Milan dengan skor 2-0. Gol-gol Inter kala itu dicetak oleh Marcelo Brozovic dan Romelu Lukaku.
Hasil pertemuan pertama itu menambah rekor buruk Milan saat bersua Inter. Dari enam pertemuan terakhir, Inter unggul atas Milan dengan catatan empat kemenangan, berbanding satu kemenangan milik Milan. Satu laga lain berakhir imbang.
Karena dinaungi rekor negatif dan posisi keduanya yang jomplang di klasemen sementara Serie A (Inter posisi 2, Milan posisi 9), banyak yang memprediksi bahwa peluang Milan untuk menang di laga ini kecil. Namun, bukan tak mungkin pula Milan bisa membuat perbedaan dengan peluang yang kecil itu.
Menilik hasil kedua tim di enam laga terakhir di semua kompetisi, Inter dan Milan sama-sama belum tersentuh kekalahan. Namun, hasil lebih baik diraih Milan ketimbang Inter yang perlahan mulai menunjukkan inkonsistensi permainan.
Milan mampu membukukan hasil lima kali kemenangan dan sekali imbang dalam enam laga terakhir. Inter hanya mampu meraih tiga kemenangan dan tiga hasil imbang.
Inter Milan mulai melempem begitu Serie A 2019/20 memasuki pertengahan musim. Mereka kerap tergelincir di beberapa laga. Salah satu penyebabnya, Inter acap mengalami kebuntuan saat berusaha menembus pertahanan lawan.
Kondisi itu tampak saat Inter ditahan imbang Atalanta, Cagliari, dan Lecce. Serangan Inter terlalu berfokus pada sayap dengan mengandalkan kekuatan wing-back mereka. Dua gelandang serang mereka miliki juga kadang ikut melebar ke sayap.
Serangan Inter juga terlalu mengandalkan duet Lukaku dan Lautaro Martinez di lini depan. Keduanya memang jadi tumpuan. Alhasil, lawan mampu mementahkan pola serangan ini dengan pola pertahanan yang sama.
Lawan akan menekan wing-back serta merapatkan area sepertiga akhir agar Lukaku dan Martinez tidak bebas berkreasi. Hal itu cukup karena nyatanya, Inter seperti tidak punya rencana B saat kebuntuan terjadi.
Dari segi pertahanan, Inter lemah akan serangan balik. Beberapa gol yang bersarang ke gawang Inter bermula dari gagalnya Inter mengantisipasi serangan balik. Jebakan offside? Mereka jarang berhasil melakukannya.
Nah, Milan bisa meniru cara Atalanta, Lecce, dan Cagliari dalam membendung serangan Inter. Mereka memiliki pemain bertahan dengan kualitas mumpuni. Bukan cuma itu. Mereka juga punya pemain-pemain yang andal dalam melakukan serangan balik.
Selain Giacomo Bonaventura dan Hakan Calhanoglu, Milan mempunyai Zlatan Ibrahimovic, Rafael Leao, maupun Ante Rebic yang dapat menyelesaikan peluang. Total, ketiganya sudah mencetak 6 gol bagi Milan di Serie A sejauh ini.
Dari situ, Milan punya kans besar untuk revans. Namun, mereka juga harus tetap waspada karena di laga Serie A teraktual, Inter meraih kemenangan 2-0 atas Udinese.
Pemain-pemain baru Inter, seperti Christian Eriksen dan Ashley Young, ditambah dengan Alexis Sanchez, memberikan dimensi baru dalam penyerangan Inter.
Meski masih bertumpu via sayap, keberadaan Eriksen dan Sanchez membuat Inter lebih aktif di area sepertiga akhir. Kondisi itu adalah sinyal waspada bagi Milan yang memang kerap melakukan kesalahan individu di lini pertahanan.
Intinya, AC Milan memiliki kans untuk revans. Namun, jika tidak waspada dengan perubahan yang terjadi di tubuh Inter Milan, kans untuk revans itu tentu bisa kandas.
Laga pekan 23 Serie A 2019/20 antara Inter Milan dan AC Milan digelar di Stadion Giuseppe Meazza pada Senin (10/2/2020). Sepak mula berlangsung pada 02.45 WIB.
