Kumparan Logo

Inter Tak Dibebani untuk Menang Lawan Juventus

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain-pemain Inter merayakan kemenangan. Foto: REUTERS/Daniele Mascolo
zoom-in-whitePerbesar
Pemain-pemain Inter merayakan kemenangan. Foto: REUTERS/Daniele Mascolo

Usia kepelatihan Antonio Conte boleh di Inter Milan boleh jadi baru berjalan beberapa bulan. Tetapi, impaknya untuk tim I Nerazzuri itu sudah sangat terasa.

Karena selalu menang, Inter kini di pucuk klasemen Serie A dengan 18 poin. Atau unggul 2 poin atas Juventus yang berada di posisi kedua. Tak bisa dipungkiri bahwa Inter takluk 1-2 dari Barcelona, Kamis (3/10/2019), tapi hasil itu tak harusnya diratapi berlebihan.

Tampil di Camp Nou, Inter berani mengambil inisiatif untuk menekan Barcelona bahkan hingga ke kotak penalti lawan. Dalam urusan menyerang, Inter pun sempat memimpin skor 1-0 ketika laga baru berjalan dua menit berkat aksi brilian Lautaro Martinez.

Meski begitu, CEO Inter, Beppe Marotta, sadar bahwa musim ini masih panjang. Ini artinya, Romelu Lukaku cs. masih butuh banyak melakukan pembuktian terkait dengan konsistensi performa dan mentalitas sebagai sebuah tim.

Inilah yang membuat Marotta tak memberikan ekspektasi tinggi untuk timnya saat menghadapi Juventus di Giuseppe Meazza, Senin (7/10) dini hari WIB. Di laga itu, eks CEO Juventus itu hanya berharap Inter bisa tampil sebagus saat melawan Barcelona.

"Seperti saat melawan Barcelona, duel dengan Juventus harusnya juga bisa menyuguhkan permainan sepak bola kelas atas," kata Marotta kepada RSI.

"Kami memang sekarang berada di pucuk klasemen. Tetapi, bagi kami, menang atas Juventus bakal lebih terasa seperti batu loncatan daripada penentuan musim ini. Ini artinya, performa bakal lebih menjadi sorotan manajemen daripada hasil," lanjutnya.

Skuat Internazionale musim 2019/20. Foto: AFP/Marco Bertorello

Alasan lain dari sikap Marotta ini ialah antusiasme laga ini yang sudah terlanjur tinggi. Gazetta dello Sport melaporkan seluruh tiket pertandingan ini telah terjual ludes dan pihak Inter sudah meraup keuntungan 6,5 juta euro.

Catatan ini merupakan angka keuntungan penjualan tiket tertinggi dalam sejarah Serie A. Menariknya, 20% tiket terjual sudah dibeli dari orang-orang di luar Italia. Selain itu, duel Inter versus Juventus bakal disiarkan di lebih dari 200 negara berbeda.

Dengan sikapnya ini, Marotta tentu ingin Inter bisa bermain lepas tanpa beban saat menghadapi Juventus. Bahkan, ketika dunia menatap ke Giuseppe Meazza pada Senin nanti.