Ironi Juan Cala: Dulu 'Polisi' Moral, Kini Pelaku Rasialis pada Mouctar Diakhaby

6 April 2021 6:30
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ironi Juan Cala: Dulu 'Polisi' Moral, Kini Pelaku Rasialis pada Mouctar Diakhaby (61951)
zoom-in-whitePerbesar
Juan Cala, pemain Cadiz. Foto: Pierre-Philippe Marcou/AFP
ADVERTISEMENT
Bek Cadiz, Juan Cala, kini sedang menjadi musuh segenap skuad Valencia karena perilaku rasialisnya terhadap Mouctar Diakhaby dalam laga Liga Spanyol, Minggu (4/4) malam WIB. Dia disebut telah menyinggung warna kulit si bek Prancis.
ADVERTISEMENT
Walau begitu, Cala mengaku tidak akan lari dari kasus ini. Dia mengaku siap melakukan konferensi pers terkait insiden rasialis tersebut pada Selasa (6/4) waktu setempat.
Sebenarnya, melihat bahwa Cala sekarang dituding sebagai pelaku tindak rasialis terhadap Diakhaby terbilang cukup ironis. Sebab, dulu, bek asal Spanyol itu pernah menjadi 'polisi' moral.
Kisah itu kembali diangkat oleh El Mundo pada Senin (5/4) waktu setempat. Cerita bermula pada 30 Januari 2016, dalam laga Getafe vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol.
Pada laga yang berakhir 1-0 untuk kemenangan Los Leones itu, Cala diusir di injury time babak kedua usai menerima kartu kuning kedua akibat berkelahi dengan dua pemain Bilbao, Carlos Gurpegui dan Aritz Aduriz.
Ironi Juan Cala: Dulu 'Polisi' Moral, Kini Pelaku Rasialis pada Mouctar Diakhaby (61952)
zoom-in-whitePerbesar
Aritz Aduriz berjersi Athletic Bilbao. Foto: AFP/ANDER GILLENEA
Setelah laga berakhir, Juan Cala mencak-mencak. Dia mengeluarkan komentar terbuka yang mengkritik etika Gurpegui dan Aduriz. Intinya, ia menerangkan bahwa dua pemain itu mengeluarkan kata-kata yang memancing emosinya.
ADVERTISEMENT
"Kini, etika pesepak bola sedang populer, beberapa hal: Pertama, tidak mengatakan apa yang dikatakan di luar lapangan dan saya tidak akan melewatkannya dan saya tidak akan mengatakan semua yang Gurpegui dan Aduriz katakan kepada saya. Itu sangat buruk bahwa saya enggan mengatakannya, ada batasan yang tidak dilampaui,"' tutur Cala kala itu.
"Kedua, sebagai kolega profesional dan demi sepak bola, Anda tidak bisa terus-menerus memprovokasi selama 90 menit dengan berlari mendekat dan, dengan meletakkan tangan Anda di dadanya, berpura-pura Aduriz diserang untuk meminta pengusiran."
"Ketiga, sepak bola adalah permainan kontak. Hari ini dianggap bahwa Tuan Aduriz telah menang di sepak bola lain dan dia pintar berpura-pura. Itu hal yang menyedihkan!" pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Dalam kisah di atas, Juan Cala tampak mengerti betul tentang etika di lapangan sepak bola. Namun ironisnya, bek 31 tahun itu kini tersangkut kasus rasialisme terhadap Mouctar Diakhaby.
Presiden La Liga, Javier Tebas, mengaku akan melakukan investigasi pada kasus ini. Jika terbukti bersalah, Cala bisa terkena sanksi berat.
****
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020